Moeldoko Tunjukkan Bagaimana Negara Wujudkan Salah Satu Program Nawacita

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK) memiliki cara untuk melindungi TKI di Singapura. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan hal tersebut saat berkunjung ke Singapura Jumat (6/7/2018) lalu.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Bersama dengan Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, ia meninjau dashboard terintegrasi Kedutaan Besar Singapura. “Jumat kemarin di Singapura, saya sebagai Kepala Staf Kepresidenan meninjau dashboard terintegrasi Kedutaan Besar Singapura ditemani Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya,” ungkap Moeldoko di akun Facebooknya seperti dikutip pada Rabu (11/7/2018).

Dashboard terintegrasi ini berfungsi untuk mempermudah pemantauan database TKI yang masuk ke Singapura.

“Adanya dashboard terintegrasi KBRI Singapura ini mempermudah pemantauan database TKI yang masuk dan keluar Singapura,” terang Moeldoko.

Sehingga, kata Moeldoko, dashboard ini dapat membantu memonitoring kesejahteraan dan kemanan WNI di Singapura. Khususnya yang berstatus Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Dashboard Tenaga Kerja Indonesia di Singapura ini memang sudah berjalan selama hampir dua tahun. Diluncurkan pada 4 Desember 2016, sistem ini berfungsi memberikan informasi terkini secara real time mengenai berbagai aspek terkait perlindungan TKI di Singapura.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Selain meluncurkan sistem tersebut, sebagai wujud Nawacita pertama, di hari yang sama pemerintah juga meluncurkan Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS).

Kartu yang diluncurkan oleh KBRI ini terdiri dari 2 jenis, yakni KPIS dan KPIS Co-Branding yakni kerjasama KBRI dengan BUMN, Bank BNI. KPIS merupakan kartu identitas bagi para TKI di Singapura guna peningkatan perlindungan dan pelayanan KBRI dengan memberikan berbagai manfaat bagi para TKI. 

Sumber:infonawacita

No comments

Powered by Blogger.