Setiap Bulan, 300 Warga Karawang Daftar Jadi TKI

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarsi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang melansir, minat warga di wilayah ini menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) masih relatif tinggi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Indikatornya, bisa terlihat dari jumlah warga yang mengurus perizinan melalui layanan terpadu satu atap di dinas tersebut.

"Sejak layanan terpadu ini dibuka, peminatnya sudah sangat banyak. Artinya, minat warga untuk jadi buruh migran masih sangat tinggi," ujar Kepala Disnakertrasn Kabupaten Karawang, Ahmad Suroto melalui selulernya, Kamis (5/7/2018).

Dalam sebulan, terang Suroto, minimalnya ada 300 warga yang mengurus perizinan untuk berangkat ke luar negeri. Adapun layanan terpadu satu atap khusus TKI ini baru diresmikan sejak pertengahan Februari lalu.

Suroto mengaku, dinasnya sengaja membuka layanan terpadu ini untuk meminimalisasi TKI yang berangkat melalui jalur ilegal. Caranya, pemerintah lebih memermudah perizinan bagi calon TKI tersebut.

Terkait layanan perizinan yang bisa ditempuh di tempat ini, lanjut Suroto, seperti pembuatan paspor, surat keterangan baik dari kepolisian (dari Polda Jabar), lalu KTP dan KK. Dengan cara ini, mereka bisa menempuh perizinan yang legal.

Tak hanya pembuatan persyaratan administrasi, kata dia, dengan layanan ini permohonan bekerja untuk ke luar negeri bisa diarahkan. Jadi, sesuai dengan negara yang telah bekerjasama dengan pemerintah RI.

"Sampai saat ini, pemerintah mengarahkan negara tujuan yang salah satunya Asia Timur Raya," jelas dia.

Sambung dia, untuk ke wilayah Timur Tengah, misalnya jazirah Arab hingga sekarang masih diberlakukan moratorium. Karena itu, sampai saat ini negara-negara yang masih dilarang tidak direkomendasikan untuk jadi tujuan para calon TKI ini.

"Yang mendaftar melalui layanan terpadu ini, mayoritas tujuannya ke Hongkong dan Taiwan," tambah dia.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Suroto menambahkan, layanan ini akan dievaluasi minimalnya enam bulan sekali. Salah satu tujuannya, untuk mengetahui apakah masih ada warga Karawang yang jadi TKI melalui jalur ilegal atau tidak.

"Layanan ini, tak hanya buat warga Karawang saja, tapi buat warga Purwakarta dan Subang juga boleh," pungkasnya.

Sumber:inilahkoran

No comments

Powered by Blogger.