Abai Keselamatan TKI, Majikan Singapura Didenda Rp 486,6 Juta

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang majikan dihukum membayar denda sebesar 46 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp 486,6 juta karena terbukti bersalah menyuruh 2 TKI melakukan pekerjaan berbahaya di rumahnya.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Willow Phua Brest, 46 tahun, sang majikan tertangkap memperkerjakan 2 TKI, Karsinah dan Dati membersihkan jendela rumahnya di lantai dua dengan menggunakan perancah, seperti dikutip dari Straits Times, Kamis, 9 Agustus 2018.

Pengadilan menghukum Brest membayar denda pada hari Rabu, 8 Agustus 2018. Wanita ini didakwa tidak menyediakan kondisi kerja yang aman kepada 2 TKI.

Brest mengaku telah melanggar hukum menyuruh Karsinah membersihkan jendela dengan menggunakan perancah pada tanggal 11 dan 13 Oktober tahun lalu.

Menurut jaksa Kementerian Tenaga Kerja, Shanty Priya, perancah dipasang di rumah Brest pada 9 Oktober 2017 sehingga jendela di rumah berlantai dua ini dapat dibersihkan.

Majikan itu membiarkan kedua TKI memanjat dan berdiri membersihkan jendela. Kedua TKI itu bekerja dengan mengenakan sabuk pengaman, masker, sarung tangan dan alat penyeka.

Shanty menjelaskan kepada hakim Adam Nakhoda bahwa sabuk pengaman tidak sesuai untuk mencegah atau mengurangi cedera jika kedua TKI itu terpeleset dari perancah. Kedua TKI juga tidak mendapat pelatihan kerja di ketinggian seperti itu.

Di bulan yang sama, Brest meminta kontraktor untuk membuat perancah lainnya di belakang rumah. Namun, para kontraktor itu menolaknya.

Brest kemudian meminta Karisnah dan Karsinah membantu memasang perancah. Butuh waktu 3 jam untuk memasang hingga mendirikan perancang di ketingggian 4,5 meter.

Setelah itu. Karsinah diminta untuk berdiri di atasnya lalu mengecat dinding kayu dan bagian belakang rumahnya. Perancah itu tidak dilengkapi peralatan yang aman.

Pengacara majikan , Shashi Nathan kepada pengadilan mengatakan tidak ada bukti bahwa kliennya memaksa kedua TKI itu menggunakan perancak.

Dua TKI sudah tidak lagi bekerja untuk Brest. Danti kembali ke Indonesia dan Karsinah sekarang bekerja untuk majikan lain.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Kasus Brest merupakan kasus pertama seseorang didakwa karena melanggar keselamatan kerja pekerja asing berdasarkan undang-undang perburuhan yang diperbaharui tahun 2012.

"Kami akan bertindak serius menolak majikan yang tidak bertanggung jawab secara serius, khususnya ketika terjadi kepada keselamatan pekerja domestik," kata Jeanette Har, Divisi Manajemen Tenaga kerja Luar Negeri di kantor Kementerian Imigrasi dan Tenaga Kerja Singapura.

Sumber:tempo

No comments

Powered by Blogger.