Desain Sony Xperia XZ3 Terkuak, Usung Kamera Tunggal 48MP?



      Desas-desus terkait flagship smartphone teranyar Sony, Xperia XZ3, semakin kencang berhembus.



Menjelang peluncurannya, render desain Sony Xperia XZ3 terkuak di media sosial.

Menariknya, dari desain yang diperlihatkan, smartphone tidak mengikuti tren sekarang, di mana banyak yang mengusung kamera utama ganda dan desain bezeless.



Alih-alih demikian, Sony Xperia XZ3 justru hanya ditopang kamera utama tunggal. Namun, lensanya disebut-sebut akan mencapai resolusi super 48MP dengan sensor IMX586.

Informasi ini dibuktikan lewat kover belakang smartphone, di mana bertengger satu lensa utama di tengah kover smartphone. Tak lupa, ada juga fitur pemindai sidik jari di bawahnya.

Menurut laporan dari sumber internal perusahaan, Sony Xperia XZ3 akan unjuk gigi di panggung perhelatan teknologi IFA 2018 yang akan diadakan di Berlin, Jerman.

Kabarnya, kedua seri smartphone anyar Sony tersebut akan debut pada 30 Agustus 2018.

Adapun untuk dapur pacu, smartphone ini kabarnya bakal ditopang prosesor Qualcomm Snapragon 845 dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB.

Sony Menyerah?

Untuk diketahui, Sony tak lagi mampu meraih sukses besar dari divisi mobile-nya selama beberapa tahun terakhir.

Karena itu, menyerah atau keluar dari pasar di wilayah tertentu menjadi pilihan Sony. Terbaru, informasi berasal dari Evan Blass yang mengungkap sejumlah negara tempat Sony hengkang.

Sebelumnya, Sony Mobile akan menutup operasinya di Timur Tengah, Turki, dan Afrika.

"Saya dengar perusahaan akan menghentikan operasi dan kantor di wilayah tersebut mulai Oktober," tulis akun @evleaks. Demikian seperti dikutip dari Android Police. 

Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah cuitan dari Evan tersebut benar adanya.

Sony sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait ditutupnya operasi perusahaan di sejumlah negara tersebut.

Di sisi lain, rumor seakan menegaskan kabar sebelumnya yang menyebut Sony tak lagi berharap banyak pada bisnis smartphone.

Hal itu diketahui dari pernyataan CEO baru Sony Kenichiro Yoshida bulan lalu.

Ketika itu, ia telah mengumumkan rencana perusahaan untuk tiga tahun ke depan, yang mencakup ketergantungan pertumbuhan pendapatan dari bisnis berlangganan gim dan hiburan.

Ia dinilai memberikan sinyal pendapatan dari sisi konten, software, dan layanan lebih penting, mengingat bisnis hardware tengah lesu.


Sumber : liputan 6

No comments

Powered by Blogger.