Harga Sewa Rumah Meningkat Tajam di Hong Kong, Banyak Orang Memilih Tidur di McDonald's

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Semakin tingginya harga properti di Hong Kong berimbas pada meningkatnya angka tuna wisma, termasuk salah satunya terlihat pada fenomena pengungsi di gerai McDonald's atau belakangan dikenal dengan julukan 'McRefugee'.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Laporan dari survei yang digelar oleh Tai Ping Shan Junior Chamber International menyebut bahwa selama lima tahun terakhir, jumlah McRefugee naik hingga enam kali lipat.

Dikutip dari South China Morning Post pada Minggu (26/8/2018), survei tersebut dilakukan pada bulan Juni terhadap 334 orang yang diketahui menginap di gerai McDonald's setiap malam, selama setidaknya tiga bulan terakhir.

Dari total 110 cabang yang beroperasi 24 jam di Hong Kong, ditemukan sebanyak 84 orang McRefugee yang rutin menginap, dengan alibi membeli satu atau dua menu di jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat itu.

Disebutkan bahwa hasil survei meningkat berkali-kali lipat dari penelitian serupa pada 2013 lalu, di mana hanya 57 orang yang dinilai sebagai McRefugee.

Survei terkait juga menemukan fakta bahwa cabang McDonald's di distrik Tsuen Wan menjadi cabang yang paling banyak dikunjungi McRefugee, yakni sekitar 30 orang setiap malamnya.

Usia para McRefugee itu berkisar antara 19 hingga 79 tahun, di mana 57 persen di antaranya memiliki pekerjaan tetap. Selain itu, 71 persen dari total 'pengungsi kota' itu menyewa kamar untuk tempat tinggal utama, namun merasa tidak nyaman karena sempit dan padat.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Menghemat biaya pendingin udara, serta kenyamanan dan keamanan, memuncaki daftar alasan yang diberikan oleh para McRefugee yang diwawancarai. Adapun alasan lain munculnya tren ini adalah karena faktor harga sewa tinggi, konflik dengan anggota keluarga, dan rendahnya kemampuan mengembangkan hubungan sosial.

Selain itu, warga Hong Kong yang menjadi McRefugee, baik rutin ataupun tidak, mengatakan bahwa hal tersebut membantunya mendapat akses ke tempat kerja yang lebih cepat, dan ada pula yang beralasan sembari menunggu kesempatan mendapat perumahan berbiaya rendah.

Sumber:liputan6

No comments

Powered by Blogger.