Orang Terkaya RI Raih Medali di Asian Games 2018



     Salah satu orang terkaya Indonesia, Bambang Hartono meraih medali perunggu dalam Asian Games 2018. Bambang mendapatkan perunggu dari cabang olahraga Bridge.



Mengutip laman resmi Asian Games 2018, Bambang mengantongi perunggu. Ia merupakan atlet tertua yang mewakili Indonesia dalam pesta olahraga terbesar di Asia ini.



Bambang lahir pada 10 Februari 1939. Meski berusia 78 tahun, semangatnya masih menyala untuk mendapatkan medali di cabang Bridge.

Bridge menyumbangkan dua medali perunggu pada Asian Games 2018. kedua keping medali perunggu tersebut diraih wakil Indonesia masing-masing di nomor Mixed Team dan Supermixedteam.

Bambang kerap tampil dalam berbagai ajang turnamen bridge internasional. Menurut catatan situs resmi Asian Games 2018, saudara kandung Budi Hartono yang juga orang terkaya Indonesia itu, pernah tampil di world bridge games 2018 di Beijing, China.

Kemudian World Bridge Series Championships 2010 di Philadelphia, Amerika Serikat dan 2014 di Sanya, China. Bambang juga ikut turnamen World Team Championships di Sao Paolo Brasil 2009, Veldhoven-Belanda 2011, Bali 2013, dan Chennai India.

Cabang ini mempertandingkan permainan kartu yang mengandalkan baik kemampuan bermain, kecerdasan pikiran maupun keberuntungan.

Bambang Hartono juga pernah meraih penghargaan KONI pada Oktober 2017 karena kerap menciptakan atlet-atlet berprestasi di cabang olah raga bridge. Nah soal kekayaan, Bambang dan saudaranya Budi Hartono langganan masuk deretan orang terkaya Indonesia versi Forbes. 

Menurut catatan Forbes yang dirilis Maret 2018, total kekayaan Bambang Hartono mencapai US$ 16,7 miliar atau sekitar Rp 225 triliun. Selain itu Bambang Hartono menempati urutan ke-75 orang terkaya dunia versi Forbes.

Ia bersama saudaranya Budi Hartono menjadi orang terkaya Indonesia bersumber dari investasi di Bank BCA dan juga produsen rokok Djarum. Michael sendiri diketahui memiliki 25% saham dari BCA.

Hartono diketahui mewarisi perusahaan rokok Djarum puluhan tahun lalu, namun kemudian mengepakkan sayap bisnisnya dengan membeli saham BCA pada masa krisis 1997-1998.


Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.