Tiga Pemerkosa Anak di Yaman Ditembak lalu Digantung di Crane

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
ilustrasi

Tiga terpidana paedofil di Yaman dieksekusi tembak kemudian jasadnya digantung di crane yang berada di lapangan umum. Ketiga terpidana pria itu dinyatakan bersalah telah memerkosa dan membunuh seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Eksekusi di depan publik itu berlangsung Rabu, 8 Agustus 2018 di Sanaa. Ketiganya diketahui telah menyiksa korban sebelum mencekiknya hingga tewas. Jasad anak itu disembunyikan di sebuah rumah kosong.

Mengutip laporan Daily Mirror, semalam (9/8/2018), ketiga paedofil yang dieksekusi regu tembak diketahui bernama Abdul Jalil al-Ashhab, 19, Mohammed Said al-Uqri, 27, dan Ghaleb al-Rashdi, 19. 

Jasad ketiga paedofil yang digantung di crane menjadi tontonan publik. Selama eksekusi berlangsung, ketiganya mengenakan pakaian tahanan warna biru.

Menurut laporan media lokal, ketiga terpidana ditembak lima kali di dada. Jasad ketiganya sengaja digantung di crane agar menjadi peringatan kepada orang lain untuk tidak melakukan kejahatan serupa.

Kejahatan ketiga pria itu berlangsung pada Oktober tahun lalu. Korban diculik ketika sedang menuju rumah neneknya. Bocah sepuluh tahun itu lantas diborgol dan diserang di sekolah terdekat.

Jasad bocah kecil itu ditemukan empat hari kemudian.

Eksekusi bagi pemerkosa anak dengan cara seperti itu bukan yang pertama kali terjadi di Yaman. Pada Agustus 2017, seorang pria bernama Hussein al-Saket, 22, menjalani eksekusi serupa karena memerkosa dan membunuh seorang gadis empat tahun.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Saket dibawa ke Tahrir Square di Sanaa. Awalnya dia dipaksa tengkurap di atas tanah, kemudian diberondong dengan senapan AK-47 dan jasadnya digantung di crane.

Ali Ayedh, paman korban, saat itu tidak menyangka jika Saket adalah pelaku kejahatan."Saket ambil bagian dalam pencarian gadis itu sebelum membuka kedoknya," katanya.

Menurutnya, eksekusi di depan publik akan bertindak sebagai pencegah bagi orang lain untuk melakukan kejahatan yang sama.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.