TKW Korban Penyiksaan Yang Viral Di Medsos Ternyata Warga Simpenan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Identitas tenaga kerja wanita (TKW) yang berada dalam video yang viral di media sosial akibat mengalami luka lebam lantaran disiksa majikannya, akhirnya terungkap. Wanita itu diketahui bernama Utih (50) asal Kampung Cimapag RT04/09 Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Identitas TKW korban penyiksaan tersebut terungkap setelah Masaginews.com menyiarkannya melalui pemberitaan mengenai kisah pilu seorang wanita dalam rekaman sebuah video berdurasi kurang lebih 16 menit. Berita ini pun menjadi viral dan akhirnya diketahui oleh pihak keluarga sang TKW.

“Pihak keluarga mengetahuinya dari pemberitaan dan video yang menunjukan rekaman seorang perempuan yang ternyata adalah ibu saya, dalam rekaman itu ibu mengalami luka-luka dan tengah dirawat oleh dua rekannya,” ujar Deri Lesmana, salah seorang anak kandung Utih kepada Masaginews.com.

Berdasarkan keterangannya, Utih diberangkatkan bekerja sebagai TKW di Malaysia sejak bulan Maret tahun 2017 silam dengan masa kontrak kerja selama dua tahun. Selama bekerja di negeri jiran tersebut, Utih kerap menghubungi keluarganya di Sukabumi, terakhir kali komunikasi dilakukan pada empat bulan silam.

Deri mengungkapkan ibunya kerap diperlakukan kasar oleh anak majikannya, meski dilatari kesalahan yang terbilang sangat sepele sekalipun. “Ibu saya setiap salah sedikit langsung dipukul. Tindakan kasar itu bukan dilakukan oleh majikannya, tapi anak majikannya,” ujar Deri.

Lebih menyedihkan lagi selama bekerja di Malaysia, Utih tidak pernah sedikit pun mengirimkan hasil kerjanya ke pihak keluarga. Diduga selain menjadi korban kekerasan, Utih juga diduga tidak mendapatkan upah kerja setiap bulannya. Saat ini, pihak keluarga tengah menempuh jalur hukum atas musibah yang telah dialami Utih.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Kami tengah melaporkan kejadian yang dialami ibu ke pihak berwajib. Selain itu, jika melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan seperti sekarang ini, saya benar-benar mendesak kepada perusahaan penyalur tenaga kerja agar ibu segera dipulanhkan,” imbuh Deri.

Sumber:masaginews

No comments

Powered by Blogger.