4 Cara Jitu Generasi Milenial Atur Keuangan



      Generasi Milenial dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, cepat belajar, dan memiliki gaya hidup dinamis. Sayangnya, ada yang paham soal edukasi finansial dan ada yang tidak.



Sebagian milenial mengatur keuangannya sesuai prioritas. Di sisi lain, tidak memiliki kemampuan untuk mengatur keuangannya dengan baik. Mereka dengan semaunya untuk traveling, belanja, dan hangout.



Perencana dan Edukator Keuangan, Prita Ghozie membagikan tipsnya dalam acara “Jenius: Cara pintar Atur Finansial” kepada para peserta yang sebagian besar generasi milenial, belum lama ini.

Langkah pertama untuk hidup sejahtera menurut Prita, yakni mengatur keuangan. Jika dapat mengatur keuangan dengan baik, maka tidak hanya dapat menikmati hidup dengan sempurna, tapi juga dapat meraih impian yang diinginkan.

Menurutnya, hingga saat ini, masyarakat mengatur keuangan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan bulanan, tanpa memperhitungkan keperluan jangka panjang hingga keperluan dadakan atau darurat. Apalagi generasi milenial yang tidak sedikit lebih memilih menghamburkan uangnya daripada menabung.

“Nah ini perilaku masyarakat untuk mencapainya, ternyata 70 persen itu bisa dicapai dengan menabung (mengumpulkan uang), 42 persennya berencana dia menyusun rencana keuangan, dan 38 persennya dia kerja dapat uang supaya bisa mencapai itu semua,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa kesalahan yang dilakukan Generasi Milenial saat ini, yakni tidak memiliki tujuan yang jelas. Gagal mengatur keuangan karena tidak mengetahui pengeluarannya sendiri dan tidak adanya dana darurat. Untuk itu, masyarakat harus memahami apa itu simpanan, tabungan, dan investasi.

“Simpanan itu keluar masuknya sering, tabungan itu yang masuknya sering keluarnya jarang, kalau yang kita masukkan sering tapi baru kita pakai setelah lima sampai 10 tahun itu investasi,” jelasnya.

“Kalau kita belum membedakan tabungan, simpanan, dan investasi, maka kita masih gagal dalam mengatur keuangan kita,” imbuhnya.

Jadi tipsnya adalah saat memiliki penghasilan cepat dibagi ke living, playing, and saving. Living keluar masuk untuk hidup bulanan kita. Playing, dana untuk senang-senang dan bermain. Saving, masuk sering keluar pada saat momen tertentu.

4 Strategi Atur Keuangan

Untuk mengatasi uang habis namun masih jauh dari tanggal gajian, bagi yang termasuk Milenial, berikut adalah empat strategi pintar yang berguna untuk dapat mengatur keuangan dengan bijak.

1. Buat perencanaan keuangan bulanan

Sering mengalami gaji habis sementara masih di pertengahan bulan. Artinya, tidak memiliki rencana keuangan yang baik. Solusinya, harus membuat rencana keuangan sebelum gajian tiba dengan formula 50-30-20 pada penghasilan bulananmu.

Perhitungannya 50 persen adalah anggaran untuk kebutuhan mendasar, 30 persen untuk kebutuhan hiburan, dan 20 persen untuk kebutuhan investasi dan tabungan.

2. Kontrol gaya hidup

Sering dialami oleh generasi milenial yang lebih memilih membeli barang bermerek, makan di restoran keren, atau hanya sekadar ngopi di tempat yang mahal.

Jika memiliki gaji yang mumpuni, mungkin ini tidaklah bermasalah. Sayangnya, selain gaji terbilang kecil, namun gaya hidup yang tidak bisa mengimbangi. Agar tidak kebobolan, sebaiknya mengontrol gaya hidup sesuaikan dengan isi kantong.

3. Batasi pengeluaran sesuai kebutuhan

Cegah keborosan dengan membatasi pengeluaran. Tentukan dana di setiap pos-pos pengeluaran dan disesuaikan dengan kebutuhan saja. Hal ini cukup ampuh dilakukan untuk mencegahmu membeli hal-hal yang tidak penting.

4. Manfaatkan aplikasi pengatur keuangan

Tidak sedikit pula dari generasi milenial yang sudah mengatur keuangan namun tidak mencatat transaksi pengeluaran. Akibatnya adalah di pertengahan bulan dana pun sudah menipis tanpa mengetahui kemana saja uang tersebut digunakan. Hal ini tidak akan terjadi jika dilakukan pencatatan, atau ada banyak aplikasi yang bisa diunduh secara gratis untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan.


Sumber : liputan 6

No comments

Powered by Blogger.