Angka perceraian di Karawang terus meningkat, salah satu sebab utama main medsos



      Kasus perceraian di Kabupaten Karawang terus meningkat sejak periode 2017 hingga Juli 2018. Berdasarkan data persidangan di Pengadilan Agama Klas 1 A Karawang, mayoritas perceraian terjadi karena kecemburuan yang bermula dari media sosial seperti diawali pertemanan di Facebook hingga WhatsApp.



"Setelah faktor ekonomi yang menjadi kasus perceraian, media sosial kini sudah menyentuh kehidupan rumah tangga juga menjadi faktor penyebab angka perceraian tinggi yang bermuara paa meja hijau," kata Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Karawang, Abdul Hakim, saat dihubungi Minggu (9/9).



Panitera Muda Pengadilan Agama Karawang itu, .

"Fenomena baru media sosial menjadi faktor perceraian terungkap selama proses persidangan di pengadilan, barang bukti chat PIL maupun WIL memunculkan kecemburuan," ungkapnya.

Kecemburuan, menurut Abdul Hakim, bermula ketika ada status di media sosial, seperti Facebook yang bernada romantis muncullah kecemburuan yang berujung pertengkaran. Ketika pertengkaran memuncak penyelesaian pun menuju ke perceraian.

Dari data Pengadilan Agama Karawang, periode Januari hingga Juli 2918, pihaknya menerima 2.421 perkara perceraian. Sementara pada periode yang sama perkara cerai talak mencapai 435 perkara, gugat cerai mencapai 1.201 perkara.

"Dari sekian perkara perceraian pasangan suami istri yang masuk, fenomena baru media sosial menjadi pemicu angka perceraian tinggi, sementara prosentase belum dihitung," jelasnya.


Sumber : merdeka

No comments

Powered by Blogger.