China Marah, Desak Taiwan Hentikan Kegiatan Memata-matai

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemerintah China menuding agen mata-mata Taiwan meningkatkan upaya untuk mencuri informasi intelijen negaranya dengan tujuan menyusup dan menyabotase. Kegiatan itu tentu saja membuat China geram sehingga mendesak agar Taiwan segera mengakhirinya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Lembaga-lembaga terkait di Taiwan harus segera mengakhiri kegiatan semacam itu," kata juru bicara Kantor Urusan Taiwan yang membuat kebijakan China, An Fengshan, dikutip dari Reuters, Senin (17/9).

Berdasarkan pemberitaan televisi negara, Taiwan meluncurkan serangkaian program di mana mereka menyasar para pelajar China yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut.

Para mata-mata itu menarik perhatian warga China dengan mengiming-imingi uang, hubungan persahabatan, hingga percintaan.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Taiwan. Pihaknya menilai bahwa China sengaja 'membangun' sebuah kasus yang ditujukan menambah kesalahpahaman antara kedua negara.

"Kami meminta otoritas China untuk tidak mempolitisasi mahasiswa yang belajar di Taiwan dan menuding seolah-olah pihak kami terlibat dalam sabotase. Langka ini hanya akan semakin menambah kecurigaan dan kesalahpahaman antara negara," tegas Dewan Urusan Daratan Taiwan.

Sebagaimana diketahui, China dan Taiwan memang kerap menuduh satu sama lain saling memata-matai. Hubungan yang kurang harmonis ini telah berlangsung lama sejak Taiwan memutuskan untuk memisahkan diri.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Namun di tahun 2009, pemerintah Taiwan mulai mengizinkan mahasiswa China belajar di universitas negaranya.

Pada 2017 lalu, mahasiswa China yang belajar di Taiwan dijatuhi hukuman penjara karena mengumpulkan informasi sensitif melalui kontak di sekolah-sekolah Taiwan dan departemen pemerintah untuk membangun jaringan mata-mata di negara tersebut.

Sumber:merdeka

No comments

Powered by Blogger.