Hongkong Jadi Tujuan Utama TKI Asal Malang



      Hongkong menjadi negara tujuan  bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Malang dibanding negara lain seperti Singapura, Taiwan, atau Malayasia. Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sini sebanyak 1699 orang.



Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Achmad Djunaidi mengatakan, angka pencari kerja di luar negeri hingga September 2018 sebanyak 2.680. Angka ini bisa saja bertambah. "Kebanyakan di antara para TKI/TKW memilih Hongkong," kata Achmad Djunaidi Sabtu, (29/09/2018).



Selain Hongkong, ada juga tenaga kerja asal Malang memilih Taiwan. Tenaga kerja yang ada di negara ini jumlahnya 630 orang menyusul Singapura, sebanyak 177 orang. Negara lain seperti Arab Saudi, dan Amerika jumlahnya relatif sedikit ketimbang negara-negara tersebut di atas.

Djunaidi tidak menjelaskan alasan kenapa para TKI asal Malang memilih Hongkong untuk bekerja di sana. Sementara itu, menyinggung tenaga kerja di luar negeri yang selalu menyisakan masalah, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Eko Darmawan menjelaskan, masalah klasik yang selalu berulang adalah menyangkut masa kontrak. 

Di mana, ketika masa kontrak kerja di negara tujuan berakhir seharusnya tenaga kerja yang bersangkutan kembali ke tanah air. "Tapi ini tidak dilakukan. Kebanyakan mereka yang masa kerja selesai memilih tetap di negara yang sama atau pindah ke negara lain dengan majikan baru," bebernya.

Darmawan mengaku sulit mencegah praktek seperti ini. Dia beralasan Dinas Tenaga Kerja memiliki kewenangan memeriksa kelengkapan administrasi dan dokumen terkait pada saat keberangkatan. Proses pemberangkatan hingga di tempat tujuan menjadi tanggung jawab instansi lain.

Terkait calo, Darmawan tidak menampik dugaan adanya calo yang merekrut mereka secara ilegal. Selain calo, bisa juga melalui teman yang telah lebih dahulu berada di sana.

Menyikapi masalah-masalah ini pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) cara mengatasi masalah warga negara Indonesia di luar negeri. Kegiatannya berlangsung di The Singhasari Resort Batu, Minggu (30/9/2018).

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (P4 TKI) Kabupaten Malang M. Iqbal menambahkan, kegiatan bertema Penanganan Permasalahan WNI di luar negeri untuk pemangku kepentingan daerah ini melibatkan seluruh instansi terkait yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Bimtek ini, kata Iqbal, ditujukan kepada kepada petugas lapangan di instansi terkait di daerah khususnya dalam hal penyelesaian penanganan permasalahan WNI di luar negeri seperti pembuatan fatwa, waris fatwa wali penelusuran alamat dan keluarga WNI, termasuk penanganan pemulangan jenazah dan pemgurusan dokumen klaim asuransi.

"Tahun ini jumlah tenaga kerja yang bermasalah di luar negeri sudah 30 orang. Permasalahan yang dihadapi pun beragam ada yang meninggal, sementara lainnya bermasalah dengan dokumen atau over stay," pungkas Iqbal.

Sumber : Liputan 6

No comments

Powered by Blogger.