KBRI Amman Pulangkan TKI Yang Telah 14 Tahun ”Menghilang”

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang TKI di Yordania, Sarisih, akhirnya kembali pulang ke tanah air. Selama 14 tahun Sarasih tidak pernah sekalipun bisa pulang ke Indonesia.

Dua bulan lalu, Sarasih ( 42 tahun) ditemukan oleh Tim Satgas Perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman Yordani. Selama belasan tahun, keluarganya di Lampung tidak mengetahui dimana Sarasih berada.

Sang anak, Ferdina kemudian melaporkan hal ini dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo diawal tahun 2018. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Satgas yang berusaha mencari melalui berbagai sumber informasi. Setelah koordinasi dengan lembaga swadaya masyarakat dan Anti Human Trafficking Unit (AHTU),  pada awal Juli mulai ada titik terang tentang keberadaan Sarisih.

Setelah ditemukan keberadaan rumah majikan dan lewat mediasi yang cukup alot,  akhirnya Sarisih berhasil dibawa ke KBRI. Sejak saat itu, Sarisih dapat berkomunikasi secara intensif dengan keluarganya dan dapat aktif mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan di penampungan Griya Singgah, dan kembali menjalin sosialisasi yang baik dengan sesama PMI yang menempati Griya Singgah.

Hasil investigasi Tim Satgas diperoleh fakta bahwa Sarisih tidak diurus kelengkapan dokumennya. Paspornya kadaluarsa sejak 2008 dan tidak diperpanjang lagi. Melalui proses mediasi yang panjang, akhirnya majikan mau membayar denda ijin tinggal selama Sarisih berada di Yordania. Upaya pelunasan gajinya juga diperjuangkan dengan berbagai upaya, dan akhirnya dapat diselesaikan melalui mediasi.

Sejak berada di Griya Singgah, Sarisih dalam kondisi fisik yang sehat. Menjelang kepulangannya ke tanah air, Dubes RI untuk Kerajaan Yordania merangkap Palestina,  Andy Rachmianto menyempatkan diri menemui Sarisih untuk menyampaikan selamat atas rencana kepulanganya ke tanah air untuk dapat berkumpul dengan keluarga, khususnya bertemu dengan anaknya Ferdina yang selama ini gigih berupaya mencari keberadaan ibunya setelah sekian lama terpisah.

“Salam kepada keluarga, sekaligus mohon maaf bila selama dalam masa penampungan di Griya Singgah ada kekurangan dalam pelayanan yang diberikan,” ujar Andy kepada Sarisih.

Bersamaan dengan selesainya kasus Sarisih, KBRI Amman juga berhasil menyelesaikan enam kasus PMI lainnya. Mereka akan dilakukan pendampingan untuk kepulangan ke tanah air.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Dalam kesempatan melepas Sarisih dan beberapa temannya, Andy menegaskan kembali komitmen kehadiran negara dalam pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri sebagai salah satu prioritas pemerintahan Jokowi. “Karena itu, KBRI Amman akan terus memperjuangkan hak-hak dan melindungi sekitar tiga ribuan pekerja migran yang masih berada di Yordania,” ucapnya.

Sumber:gatra

No comments

Powered by Blogger.