Otak Manusia Ternyata Punya Kemampuan Meredam Suara Bising



     Tidak sedikit orang yang merasa terganggu atau hilang fokus ketika di sekitarnya timbul suara yang membuat bising. Bila sudah begitu, pilihan selanjutnya adalah memasang headphone dan menyetel lagu favorit agar lebih konsentrasi.



Tapi itu saja belum cukup, karena bisa saja suara-suara itu masih sayup terdengar. Memang ada beberapa headphone yang mampu meredam tingkat kebisingan lebih baik, namun tentu harganya lebih mahal.



Bagi Anda yang sulit berkonsentrasi karena suara-suara di sekitar tapi tidak mampu membeli headphone, jangan khawatir. Hasil penelitian terbaru mengungkapkan cara mudah dan murah untuk meredam kebisingan yaitu menggunakan kekuatan otak.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Duke University menemukan fakta otak kecil memiliki kemampuan peredam kebisingan yang luar biasa. Hal ini berkaitan dengan sistem yang memprediksi umpan balik pendengaran bahkan sebelum hal itu terjadi.

"Satu hal yang istimewa dari penelitian ini adanya proses pembatalan yang membuat otak belajar untuk mematikan respons terhadap suara yang dapat diprediksi. Orang-orang dapat menyaksikan tanggapan tersebut menghilang seiring berjalannya fungsi waktu dan pengalaman,” ungkap seorang profesor neurobiologi yang ikut andil dalam penelitian, Richard Mooney seperti yang dikutip Okezone dari New York Post, Selasa (18/9/2018).

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature itu melibatkan tikus untuk menguji cara kerja dan fungsi sistem manajemen kebisingan. Tim peneliti membangun sistem virtual reality untuk subjek uji kecil. Pertama, para tikus dilatih untuk mendengarkan suara spesifik yang berbunyi setiap saat tikus tersebut berjalan.

Pada saat itu, otak tikus mulai mengharapkan suara tersebut terdengar setiap kali dirinya berjalan. Kemudian ketika para peneliti memonitor komunikasi antara area otak yang mengelola gerakan dengan umpan balik pendengaran, terdeteksi sinyal spesifik yang dikirim untuk membatalkan suara tersebut.

Tikus-tikus yang terlibat dalam penelitian mendengar suara yang timbul ketika mereka berjalan. Tapi saat suara masuk ke telinga, terjadi pengabaian oleh otak karena sinyal-sinyal membatalkan satu sama lain.

Kondisi ini membuat tikus hanya mendengar suara yang lebih penting. Hasil penelitian mengungkapkan kemampuan membatalkan kebisingan juga bisa terjadi pada pada hewan lain. Bahkan manusia bisa mengalaminya.

Kelebihan pada manusia adalah mereka dapat dengan mudah membedakan suara langkah sendiri dibanding suara lain di dekatnya. Namun biasanya suara yang dibuat oleh diri sendiri dibatalkan oleh sistem di otak sehingga terdengar suara yang lebih penting.

Untuk membantu mengatasi pembatalan atau meredakan suara, dibutuhkan kemampuan menguasai konsekuensi sensoris. Tapi tidak ada salahnya dicoba bukan? Kita bisa berlatih untuk berfokus pada suara-suara yang ditimbulkan diri sendiri dibanding suara lain.


Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.