Penipu Mantan TKI Gunakan Uang untuk Karaoke

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Amirudin, 47, kini mendekam di sel Polres Bantul, DI Yogyakarta, akibat ulahnya menipu seorang mantan tenaga kerja Indonesia (TKI). Uang hasil tipu-tipu itu digunakan Amirudin untuk berkaraoke.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Amirudin berkisah tentang aksi penipuannya itu. Ia mengaku tak memasang target korban. Tapi, katanya, warga yang pernah menjadi TKI di Arab Saudi lebih gampang.

"Karena mereka lebih mudah diajak bicara," ujar warga Magelang, Jawa Tengah, itu saat memberikan keterangan dalam gelar perkara di Mapolres Bantul, Jumat, 21 September 2018.

Ia mengaku tiga tahun sudah ia beroperasi. Awalnya, ia mencari informasi dari warga dewasa soal siapa yang pernah menjadi TKI di Arab Saudi.

Ia melakukan survei di sela-sela dirinya berjualan minuman tradisional. "Saya biasanya keliling jualan sampai Klaten dan Solo," lanjut Amirudin.

Sholikhah, korban terakhirnya. Saat bertemu dengan Solikhah, Amirudin mengaku sebagai petugas penyalur tenaga kerja. Amirudin mengaku menawarkan pekerjaan pada Sholikhah. Korban teperdaya karena memang tak ingin kembali bekerja di luar negeri.

Amirudin lalu meminta korbannya memenuhi sejumlah syarat yaitu bukti kartu tanda bekerja luar negeri, uang senilai 1.500 Real atau kurang lebih Rp5,4 juta, serta harta hasil bekerja sebelumnya sebagai TKI. Sholikhah menurut.

Beberapa hari kemudian, Amirudin tak kunjung mendatangi Sholihah. Sholihah lalu tersadar bahwa ia ditipu.

Di pelarian, Amirudin menikmati hasil tipuannya. Ia kabur dengan membawa uang dan perhiasan milik Sholihah.

"Uangnya saya pakai untuk karaoke," ujar Amirudin.

Kepala Bidang Urusan Operasional Reskrim Iptu Muji Suharjo mengatakan Amirudin dibekuk setelah mendapat laporan dari korban. Aparat mengamankan sejumlah barang bukti yaitu  empat buah gawai, satu unit sepeda motor, sebuah kartu tenaga kerja luar negeri milik korban, serta lima buah pelat nomor sepeda motor (AA 5313 XK; AA 3568 YN; AB 5245 XE; H 5364 RC; dan AA 562 CV). Selain itu, polisi juga sudah memeriksa lima saksi.

"Korbannya ada dua, warga Pajangan dan warga Sedayu. Kami masih mendalami kasus ini," ujar Muji.
 
Muji mengatakan polisi akan menggali apakah Amirudin bekerja sendiri atau memiliki jaringan. Apalagi, Amirudin beroperasi dengan mengganti pelat kendaraannya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Korban dari luar DIY kemungkinan bisa. Pelat nomor kendaraan diganti saat saat di Yogyakarta dengan yang AB agar terlihat petugas PJTKI setempat. Bisa jadi di luar DIY melakukan demikian," ujarnya.

Sumber:medcom

No comments

Powered by Blogger.