Penjelasan Agen Penyalur yang Dipolisikan Calon TKI Gagal ke Korsel


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang agen penyalur berinisial HEN dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan karena gagal memberangkatkan sejumlah calon tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Korea Selatan. HEN membantah tuduhan itu dan menyebut dirinya juga adalah korban.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Ibu HEN ini juga korban. Dia diajak bekerja sama oleh seorang pria bernama Mr RON," ujar kuasa hukum HEN, Denny Aliandu, dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (8/9/2018).

Denny menjelaskan awal mula kerja sama antara HEN dengan RON. Menurut Denny, kliennya itu mengenal RON sekitar tujuh bulan lalu.

"Pada waktu itu, HEN sedang butuh funder untuk sebuah proyeknya di Sentul. Di dalam koran tersebut termuat iklan tentang pendanaan proyek dengan jaminan proyek tersebut. Lalu HEN menghubungi nomor telepon dalam iklan tersebut dan akhirnya berkomunikasi dengan Mr RON hingga melakukan pertemuan di Bandung," jelasnya.

Akhirnya, HEN janjian dengan RON hingga kemudian dilakukan pertemuan di rumah RON di Bandung. Sejak saat itu, HEN berteman dan kerjasama untuk menjalani sebuah proyek.

"Kemudian sekitar 5 bulan, Mr RON mengajak HEN untuk merekrut orang Indonesia ke Korea untuk bekerja di sana," katanya.

Kepada HEN, RON mengaku bahwa mertua kakaknya memiliki hotel di Korea Selatan dan sedang membutuhkan tenaga kerja untuk posisi room service dan waitress. HEN percaya saja, lantaran sebelumnya dia sudah pernah bekerja sama dengan RON dan tidak ada masalah.

Hingga akhirnya HEN merekrut sekitar 26 orang untuk diberangkatkan ke Korea Selatan. Hanya saja, HEN tidak menyebutkan berapa uang yang diminta dari para calon TKI itu.

"Ada beberapa kandidat yang pernah bertemu dengan Mr RON dan mereka pun punya nomor telepon Mr. RON. Bahkan di antara kandidat ada yang sudah mengecek sendiri tentang hotel tersebut, dan akhirnya mereka mau join," paparnya.

RON, kata Denny, juga meyakinkan kliennya memiliki 'orang dalam' di kantor Imigrasi sehingga bisa membuatkan paspor untuk para calon TKI tersebut. Denny mengungkap semua dana yang dikumpulkan dari calon TKI itu telah disetorkan oleh HEN kepada RON.

"Klien saya hanya sebagai perantara dan di bawah HEN juga ada perantara lain dengan profit yang berbeda-beda. Semua uang bermuara kepada Mr RON. Semua yang dilakukan ini baik-baik saja dan lancar, bahkan waktu keberangkatan para calon TKI pun sudah ditetapkan," terang dia.

Hingga akhirnya pada 23 Agustus 2018 RON mengundang dan mengadakan briefing di Hotel Royal Kuningan pukul 11.00 WIB, yang kemudian diundur jadi pukul 13.30 WIB. Hingga sekian lama ditunggu, ternyata RON tidak kunjung datang ke hotel.

"Dikarenakan HEN tidak dapat menghubungi RON lagi maka HEN mengambil keputusan untuk datang ke Hotel Royal Kuningan dan tiba pukul 15.00 WIB. Hingga pukul 17.00 WIB briefing itupun dibubarkan, dan hingga saat ini RON tidak diketahui keberadaannya dan hilang," paparnya.

HEN pun merasa ditipu. Di pun kemudian menjadi sasaran para calon TKI yang menuntut ganjti rugi kepadanya.

"Bahkan mobilnya pun ditahan oleh para calon TKI itu sebagai jaminan, namun sudah dikembalikan. Total uang yang diterima HEN dari RON nilainya sekitar Rp 70 juta," tuturnya.

HEN mengaku dirinya menjadi korban juga dalam kasus ini. Dia mengaku tidak menerima sepeser pun uang dari para calon TKI tersebut. 
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Saya juga korban. Semua uang sudah saya kirimkan ke RON dan saya sudah laporkan RON ke Polres Metro Bekasi Kota juga," kata HEN.

Sebelumnya, HEN dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh sejumlah calon TKI. Mereka melaporkan HEN karena merasa tertipu lantaran tidak jadi diberangkatkan ke Korea Selatan.

Sumber:detikcom

No comments

Powered by Blogger.