Perlindungan WNI-TKI di Luar Negeri Warnai Sela Sidang Umum PBB

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

 
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi dalam pertemuan tingkat tinggi soal imigrasi regular di sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (MU PBB) di New York, Amerika Serikat, pada 26 September 2018, mengangkat isu perlindungan warga negara Indonesia (WNI) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
 
Langkah itu, kata Retno, mencerminkan komitmen serta keseriusan Indonesia dalam tataran diplomatik terhadap pelaksanaan kebijakan perlindungan WNI serta TKI di luar negeri. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dilakukan dalam koridor "High-level Side Event on The Intergovernmental Conference to Adopt the Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration," di mana Indonesia merupakan salah satu negara ko-sponsor. Perhelatan itu dilakukan di bawah payung kesepakatan PBB soal migrasi internasional, Global Compact for Migration.

"Indonesia juga mendesak adanya perjanjian bilateral antara Indonesia serta negara yang menjadi tujuan pekerja migran kita, untuk memperkuat prinsip perlindungan tenaga kerja," ujarnya, Ditambahkan oleh Retno, Indonesia juga tengah mengupayakan agar komunitas internasional memperkuat peraturan di tataran regional serta antar-regional untuk menciptakan mekanisme yang memberikan keselamatan bagi pekerja migran melalui program-program pengembangan kapasitas.
Global Compact for Migration

Global Compact for Migration adalah kesepakatan global PBB pertama tentang pendekatan umum untuk migrasi internasional dalam semua dimensinya. Kesepakatan itu bersifat tidak mengikat, namun, lebih didasari kepada penghargaan atas nilai-nilai kedaulatan negara, pembagian tanggung jawab, non-diskriminasi, dan hak asasi manusia, dan mengakui bahwa pendekatan kooperatif diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat keseluruhan migrasi, sambil mengatasi risiko dan tantangannya bagi individu dan masyarakat di negara-negara asal, transit dan tujuan.

Pada 10-11 Desember 2018, Global Compact for Migration akan mengadakan The Intergovernmental Conference to Adopt the Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration di Marrakesh, Maroko. Pertemuan itu akan menindaklanjuti High-level Side Event yang dilaksanakan di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York pada September 2018.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, selaku perwakilan Indonesia, yang merupakan ko-sponsor konferensi antar pemerintahan itu dijadwalkan hadir di Marrakesh. Selain Indonesia, negara ko-sponsor lain dari konferensi antar pemerintahan yang membahas soal migrasi itu adalah Brasil, Filipina, Meksiko, dan Turki.

Sumnber:breakingnews

No comments

Powered by Blogger.