Polri Minta Tanggung Jawab Malaysia

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Otoritas Malaysia diminta bertanggung jawab atas hilangnya dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diculik kelompok bersenjata. Pasalnya, mereka berdua bekerja di sebuah kapal asal negeri jiran itu.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Kita minta Malaysia bertanggung jawab karena pemilik kapalnya milik Malaysia. Mereka (2 TKI) hanya bekerja sebagai kepala kapal," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Jumat (14/9).

Sesuai aturan setiap negara, Polri tidak bisa menembus batas Malaysia untuk melakukan pencarian. Kendati demikian Setyo mengaku Polri melalui atasenya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).

Kementerian Luar Negeri pun sudah menghubungi otoritas Malaysia sebagai bentuk perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. "Walaupun seorang, tapi ini nyawa ngak boleh dibiarkan," sebut Setyo.

Namun sekali lagi Setyo menegaskan bahwa hilangnya TKI menjadi tanggung jawab Malaysia. Terlebih kedua nelayan itu bekerja melalui jalur yang legal. "Karena WNI bekerja di Malaysia (secara) resmi, harusnya dilindungi. Jadi Malaysia harus bertanggung jawab," tegas dia.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
Sementara itu, pihaknya belum mendapat informasi apakah ada permintaan uang untuk menebus dua nelayan kapal tersebut.

Dua nelayan WNI diduga diculik oleh kelompok bersenjata di perairan dekat Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia pada Selasa (11/9) sekitar pukul 01.00. Dua nelayan tersebut bekerja di kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya I. Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa Keduanya adalah WNI, berinisial SS, 40 dan UY, 35, berasal dari provinsi Sulawesi Barat. 

Sumber:jawapos

No comments

Powered by Blogger.