Satu Tahun, Puluhan TKI Asal Kabupaten Subang Meninggal



     Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Kabupaten Subang mencatat, dalam satu tahun tak kurang dari 30 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang meninggal dunia. Mayoritas mereka adalah TKI ilegal.



Hal itu diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI, Kabupaten Subang, Indra Suparman. Menurutnya, TKI yang meninggal didoninasi oleh TKI non prosedural atau masa kerjanya sudah habis.



“Kebayakan TKI yang meninggal adalah ilegal,” ucap Indra, Jumat (7/9).

Indra menyebut, untuk penyebab kematiannya didominasi sakit. Ia juga menuturkan, menjadi TKI ilegal atau habis kontrak, tidak mendapat pemeriksaan kesehatan bahakn saat sakitpun tetap bekerja.

“Selain sakit, faktor yang besar selain memang ada faktor kecelakaan kerja, depresi, bunuh diri dan penyebab kematian lainnya,” jelas Indra.

Indra menuturkan, berdasarkan data jumlah TKI asal Subang sebanyak 8.553 orang pada 2017. Sedangkan pada 2018 jumlahnya mencapai 5.000 orang berangkat kerja ke luar negeri.

“Namun kami yakin dari angka yang ada pasti melebihi itu, karena banyak warga Subang yang pergi secara Ilegal jadi TKI,” ungkapnya.

“Kami saat ini terus perbaharui data pekerja agar mudah dalam perlindungan. Masalahnya tadi dengan masuk secara ilegal, kami tidak tahu dimana ia bekerja dan sebagainya sehingga sulit kami mendatanya,” sambungnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada warga Subang yang ingin bekerja ke luar negeri untuk mengikuti prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku baik itu ketentuan negara Indonesia maupun negara tujuan bekerja.

“Kami tidak melarang warga Subang yang ingin bekerja ke luar negeri dengan kemampuan yang ada, namun ikut prosedur,” katanya.


Sumber : pojokbandung

No comments

Powered by Blogger.