Seorang TKW Asal Sleman Dikabarkan Mengalami Depresi di Malaysia



     Satu tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sleman dilaporkan mengalami depresi. Saat ini, Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jogja mengupayakan pemulangan TKI tersebut.



Kepala BP3TKI Jogja Suparjo mengatakan saat ini instansinya sedang menfasilitasi pencarian sekaligus pemulangan TKI asal Sleman yang dilaporkan mengalami depresi. TKI tersebut bernama Sumirat, berjenis kelamin perempuan warga Selomartani, Kalasan, Sleman. Buruh migran tersebut sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan di wilayah Penang Malaysia.



"Kami mendapatkan laporan dari keluarga sejak 17 September, pekan lalu. Kami telusuri datanya kemudian berkoordinasi dengan pihak KBRI," kata kepada Harianjogja.com, Jumat (21/9/2019).

Berdasarkan laporan yang diterima BP3TKI, Sumirat pertama kali masuk sebagai TKI sejak 2010 lalu melalui jalur resmi (perusahaan penyalur). Ia terikat kontrak selama dua tahun hingga 2012 lalu. "Usai kontrak, Sumirat kemudian mengambil cuti, pulang kampung," jelas Suparjo.

Seusai menunaikan kontrak kerja, pada 2013 lalu perempuan kelahiran 1991 lalu itu kembali masuk ke Malaysia melalui jalur mandiri. Selama 2013 hingga 2015 ia berkerja di perusahaan elektronik di Penang. "Tahun 2015 resign dari perusahaan. Kami tidak tahu alasan keluar, tetapi tidak dijelaskan setelah itu kemana. Keluarga sejak 2015 mulai putus kontak," katanya.

Selama 2015 hingga September 2018 ini, ada informasi yang diterima oleh keluarga jika keberadaan Sumirat terdeteksi masih di Penang. "Karena ada informasi itu, akhirnya keluarga melaporkan ke kami. Kami akan fasilitasi masalah ini," kata Sutarjo.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan KBRI. "Bahkan ada informasi jika Sumirat saat ini ada di suatu tempat. Kami mau pastikan dulu, informasi itu benar atau tidak. Kalau sudah dipastikan, akan kami bawa pulang," katanya.


Sumber : jogjapolitan

No comments

Powered by Blogger.