Siklon Tropis Mangkhut Hantam China, Dua Orang Dilaporkan Tewas

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Siklon tropis Mangkhut menghantan daratan China pada Minggu (16/9/2018) malam, setelah meninggalkan jejak kehancuran di Hong Kong dan Makau. AFP mewartakan, badai terbesar sepanjang tahun ini juga melukai lebih dari 200 orang di Hong Kong. Di Filipina, badai telah menewaskan sedikitnya 59 orang.
 
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Siklon tropis Mangkhut mencapai daratan China bagian selatan di kota pesisir Jiangmen, provinsi Guangdong. Stasiun televisi yang dikelola pemerintah China, CCTV, melaporkan badai telah menewaskan dua orang di provinsi tersebut.

Otoritas provinsi juga telah mengevakuasi 2,37 juta orang dan menginstruksikan puluhan ribu kapal nelayan kembali ke pelabuhan. Siklon tropis Mangkhut yang disebut media di China sebagai "Raja Badai" ini juga menyebabkan longsor di pesisir China dekat kota Jiangmen. BBC mengabarkan, raja badai itu membawa serta hujan lebat dengan kecepatan angin hingga 162 km/jam. Berbagai jadwal penerbangan dibatalkan, kereta berhenti beroperasi, dan jalan utama ditutup.

Mengoyak Hong Kong Sementara itu, siklon tropis Mangkhut mengoyak Hong Kong hingga membuat dinding ambruk, bambu pada proyek bangunan terhempas, dan jendela gedung perkantoran rusak dihantam angin kencang. 

South China Morning Post mewartakan, badai menyebabkan banjir serius dan gelombang setinggi tiga meter ke wilayah pesisir. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan bangunan tempat tinggal nampak berguncang.

Erica Cheung King-chi (37) yang tinggal bersama suami dan putranya, di lantai 26 sebuah apartemen mengatakan, tempat tinggalnya mulai berguncang sekitar tengah hari dan tidak berhenti selama tiga jam. "Ketika saya berdiri diam, saya bisa merasakan guncangan seperti gempa bumi," kata Cheung.

"Ketika saya berbaring, saya bisa merasakan tempat tidur saya bergerak, kemudian saya merasa mual," ucapnya. Seorang penduduk berusia 60 tahun yang tinggal di lantai 8 blok apartemen yang menghadap laut mengatakan, jendela kamarnya rusak oleh hembusan angin, dengan hujan merendam ruangan tempat tinggalnya.

Dia bahkan harus menggunakan lembaran plastik untuk menutup jendela. "Blok kami paling banyak terkena angin," katanya.


Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.