Terbebas dari Penyanderaan Abu Sayyaf, Kemenlu Serahkan 3 Nelayan Indonesia ke Keluarga

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tiga warga negara Indonesia yang disandera selama 20 bulan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina akhirnya dapat menghirup udara bebas.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ketiga WNI yang disandera itu adalah Hamdan bin Saleng dan Sudarling bin Samansunga asal Selayar, serta Subandi bin Sattu asal Bulukumba Sulawesi Selatan.

Mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Penyerahan berlangsung di Gedung Kementerian Luar Negeri, yang dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Filipina, Sinyo Harry Sarundajang.

Wakil Menteri Luar Negeri, Am Fachir mengatakan terbebasnya ketiga WNI yang disandera Abu Sayyaf berkat bantuan dan dukungan pemerintah Filipina.

"Kondisi di lapangan semakin lama semakin sulit. Tapi dengan memanfaatkan aset-aset yang kita miliki di lapangan serta dukungan pemerintah Filipina, alhamdulillah kita berhasil membebaskan mereka," katanya di Kemenlu, Jalan Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat. Rabu (19/9/2018).

Fachir mengungkapkan, ketiga korban penyanderaan itu bekerja sebagai nelayan. Ketiganya bekerja di kapal-kapal penangkap ikan milik Malaysia yang beroperasi di perairan Sabah.

"Mereka adalah nelayan," singkatnya.

Sementara itu, menurut Dubes RI untuk Republik Filipina, Sinyo Sarundajang, para korban ditangkap Kelompok Abu Sayyaf saat menangkap ikan di Perairan Taganak, Sabah, Malaysia pada 18 Januari 2017 silam dengan menggunakan kapal bernomor BN 838/4/F.

Selama 20 bulan disandera, para korban berpindah-pindah dari pulau ke pulau di kawasan Filipina. "Mereka disandera berpindah-pindah dari pulau ke pulau yang ada di Filipina Selatan," ucapnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Para korban berhasil dibebaskan dari penyanderaan di Pulau Sulu, Filipina Selatan, oleh militer Filipina Selatan yang melakukan operasi militer di pulau-pulau yang diketahui pemerintah Filipina bahwa pulau-pulau tersebut dijadikan tempat persembunyian para sandera.

"Sebelum dipulangkan ke Tanah Air, ketiga WNI menjalani pemeriksaan kesehatan di pangkalan militer Filipina di Zamboanga serta pemulihan psikologis (trauma healing)," tutupnya.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.