TKW di Irak Berharap Bantuan Pemerintah

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) cabang Indramayu mendorong KBRI di Baghdad untuk segera menangani masalah Titin Umiyati, seorang TKW yang menjadi korban kekerasan di Irak.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
"Dia meminta kepada kami untuk dibantu dipulangkan, karena sudah tidak bekerja dan juga TKW itu memutuskan untuk kabur dari rumah majikan dikarenakan sering diperlakukan tidak manusiawi," kata Juwarih, Ketua SBMI,cabang Indramayu kepada Antara, Senin (17/9).

Titin Umiyati melaporkan masalahnya kepada SBMI melalui WhatsApp. Ia berharap agar laporannya dapat diteruskan kepada pemerintah di Jakarta.

“Tolong bantu saya agar bisa pulang, saya sudah tidak punya apa-apa lagi karena sudah 2 bulan ini tidak kerja dan sekarang pun untuk bertahan hidup saya hanya mendapat belas kasihan dari teman saya yang dari Bandung," cerita Juwarih menirukan ucapan Titin.

Sebelumnya Titin berkerja di Irak selama 10 bulan. Selama tiga bulan terakhir ia diperlakukan secara tidak manusiawi oleh majikannya, Karwan dan Aisyah. Ia pun kemudian memutuskan untuk melarikan diri dari rumah majikannya itu.

Kepada Juwarih, Titin turut menceritakan kronologi ia bekerja sebagai TKW di Irak. Titin semula direkrut oleh Asna, warga Cirebon, Jawa Barat melalui media sosial Facebook. Semula ia dijanjikan untuk berkerja di Turki dengan gaji USD 700 per bulan. Ia kemudian dikenalkan oleh Wawan, orang yang memproses pencalonannya sebagai TKI ke Turki.

"Dan hanya mengikuti proses satu minggu di penampungan kemudian Titin berdua bersama temannya dibawa oleh Wawan ke Surabaya, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 2017. Kemudian keduanya dibawa oleh Yasin ke Malaysia, dari Kuala Lumpur, kemudian transit di Qatar, dan dilanjutkan perjalanan ke Turki," ungkap Juwarih.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Setibanya di Turki, ia dijemput oleh agensi Farmoo Manpower Co. Ltd dan kemudian dibawa ke Erbil Kurdistan, Irak pada 26 November 2017.

Kini SBMI sedang meneruskan laporan Titin ke Kementerian Luar Negeri agar ia segera mendapatkan perlindungan dari pemerintah di Irak. 

Sumber:validnews

No comments

Powered by Blogger.