Viral Video Diduga TKI Disiksa Majikan, Pria Sukabumi Ini Langsung Bikin Pengakuan Begini

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Deri Renaldy (26) warga Kampung Cimapag RT 04, RW 09, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi mengklaim, TKW diduga disiksa majikan dalam video yang sempat viral di media sosial ialah ibu kandungnya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menurutnya, ibu kandung bernama Utih binti Awat (50) telah menjadi TKW sejak Maret 2017 di Malaysia.

“Setelah melihat video tersebut di medsos, itu betul ibu saya (Utih) yang berkerja di Malaysia,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di kediamannnya, Minggu (2/9).

Deri mengatakan, selama bekerja di Malaysia, keluarga hanya menerima tiga kali kiriman uang. Hal itu pun selama Utih bekerja lima bulan di Malaysia.

“Selama lima bulan, ibu cuma tiga kali mengirim. Kiriman pertama sebesar Rp3 juta, kedua Rp 6 juta, dan ketiga sebanyaj Rp 6,3 juta. Setelah itu, tidak pernah mengirim uang kembali,” ucapnya.

Bahkan, keluarganya terakhir berkomunikasi dengan Utih sepekan sebelum Ramadhan.

Dalam komunikasi melalui sambungan telepon itu, ibunya mengaku sering diperlakukan tak baik oleh anak majikannya.

“Awalnya ibu saya menelepon ke saya, pesannya ialah saya sering disiksa oleh anak majikan dan menantu majikan,” ungkapnya.

Setelah mendengar kabar tersebut, dirinya dan ayahnya sempat menemui pihak sponsor yang memberangkatkan ibunya.

Namun, pengaduan tersebut tidak membuahkan hasil. Pasalnya, laporan tersebut kurang bukti.

“Kabar terkait penyiksaan terhadap ibu tidak dianggap karena kurang bukti,” terangnya.

Bahkan beberapa bulan terakhir, keluarga terputus komunikasi dengan ibunya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Sampai dirinya melihat video dan memastikan bahwa orang terluka dalam video itu ialah ibunya.

“Kita sempat ke perusahaan penyalur di Jakarta. Sampai akhirnya keluarga bisa berkomunikasi setelah kantor penyalur ibu saya menghubungi agen tenaga kerja yang berada di Malaysia. Dalam waktu dekat, ibu saya akan dipulangkan ke Indonesia,” jelasnya.

Sumber:pojoksatu

No comments

Powered by Blogger.