Aku Tak Membesarkan Putriku untuk Disakiti', Ayah Mertua Marahi dan Pukul Menantu, Videonya Viral



     Sebuah video yang menunjukkan seorang mertua memukul menantu laki-lakinya di sudut jalan viral di media sosial.



Tribun-Video.com melansir World of Buzz, pemuda itu terluka bahkan hidungnya berdarah.

Peristiwa tersebut berawal, saat ayah mertua itu mengetahui putrinya telah disiksa oleh menantunya.

Sebagai seorang ayah, dia pun marah dan menyeret menantunya keluar untuk mengajarinya sebuah pelajaran.



Dia memukul dan memarahi menantunya.

"Apakah saya membesarkan anak saya dari bayi hingga dewasa hanya untuk kamu sakiti? Aku sudah memperingatkanmu berkali-kali. Aku membiarkan putriku menikahimu, tetapi kau memperlakukannya seperti ini. Tidak ada yang memperlakukan putri kecilku seperti itu," kata ayah mertua tersebut.

Pria yang mengenakan kaus putih itu bahkan menginstruksikan seorang pria yang bersamanya untuk membawa rotan, dia ingin memberikan pelajaran kepada menantunya.

Ayah mertua tersebut lantas memukul bahkan menendang menantunya, sementara sang menantu tak membalas hanya berusaha melindungi dirinya.

"Apakah kamu meminta maaf kepadaku ketika kamu memukul putriku? Apakah kamu mengatakan maaf padanya? Apa kamu pikir aku akan membiarkan masalah ini begitu saja? Apa kamu tahu yang kamu lakukan itu salah sekarang? Sepertinya kamu benar-benar tidak takut? Jika kamu pandai memukul orang, sekarang bangun dan pukul aku. Ayo pukul aku," katanya.

Ayah mertua tersebut memukul menantunya berdalih akan mengajarinya.

Setelah insiden, pria yang dipukul tersebut tetap meringkuk di tempatnya, sementara beberapa pria meninggalkan lokasi.

Video tersebut diduga terjadi di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Video yang diunggah akun Facebook PH How, Kamis (25/10/2018) itu viral di media sosial dan telah dibagikan sebanyak 29 ribu kali.

Video itu mendapat tanggapan beragam dari netizen.

Banyak yang mendukung ayah mertua tersebut.

Tak sedikit pula yang tidak setuju adanya kekerasan.

Namun mereka setuju jika pria seperti itu harus mendapatkan hukuman yang pantas.




Sumber : Tribun

No comments

Powered by Blogger.