Aturan Ketat, Peminat TKI di Kabupaten Blitar Tetap Tinggi

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Calon tenaga kerja (cataker)  asal Kabupaten Blitar yang ingin bekerja ke luar negeri memang wajib terdaftar sebagai calon tenaga kerja Indonesia (TKI) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar. Jika tidak terdaftar, maka cataker tersebut bisa disebut cataker ilegal.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Namun, hal itu ternyata tidak menghalangi banyak warga Kabupaten Blitar yang ingin mengais uang di luar negeri. Sebab, berdasarkan data dari Disnaker Pemkab Bliar, setiap bulan, ternyata ada sekitar 400 orang siap berangkat ke luar negeri untuk bekerja.

"Mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga dan hanya sedikit yang bekerja di perusahaan. Kebanyakan mereka yang bekerja ke Taiwan dan Hongkong adalah perempuan," ungkap Kepala Disnaker Pemkab Blitar Haris Susianto, Minggu (28/10/2018).

Dia menyebutkan, hingga sekarang, jumlah total TKI di Kabupaten Blitar sebanyak 6.500 orang. Dari jumlah tersebut, lanjut Haris, delapan puluh persen bekerja di Hongkong dan Taiwan.

Terkini, kata dia, setiap orang yang ingin bekerja ke luar negeri peraturannya sangat ketat dan harus melalui proses yang cukup panjang. Dia menjelaskan para calon TKI tidak bisa berangkat jika tidak melalui Disnaker setempat. Mereka, sambung dia, utamanya wajib memiliki kartu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diterbitkan oleh Disnaker.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Karena syarat penerbitan kartu PMI itu tidak mudah dipalsukan. Di antaranya, itu harus sesuai identitas yang bersangkutan, seperti KTP, dan dilengkapi izin orangtua yang masih bujang. Untuk yang sudah berkeluarga, mereka harus izin pasangannya secara tertulis," jelas dia.

Sumber:jatimtimes

No comments

Powered by Blogger.