Bermodal Rp 1 Juta, Stephanie Membuat Sabun Unik Beromzet Rp 50 Juta

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Berawal dari keresahannya soal isu pencemaran lingkungan, Stephanie Widjaja (26) memutar otak untuk menciptakan sebuah produk yang ramah lingkungan. Sabun mandi yang menjadi kebutuhan sehari-hari pun dipilihnya sebagai media untuk membawa misinya ini.

Siapa sangka, tujuan mengedukasi orang untuk bisa awas terhadap isu kesehatan lingkungan dan diri sendiri ternyata menghasilkan pundi-pundi yang menguntungkan. Menariknya lagi, produk yang dibuat Stephanie lewat merek bernama Molona Natural ini memiliki komposisi bahan yang unik-unik, mulai dari coklat, biji pala, semangka, kopi, hingga susu kambing.

"Saya memulai ini sebagai usaha karena ingin sesuatu yang lokal itu bisa dibawa. Dan ada keinginan untuk edukasi ke orang-orang bahwa setiap hari yang kita pakai itu nggak bagus untuk lingkungan dan nggak bagus untuk kulit kita dalam jangka panjang," kata Stephanie dilansir dari detikFinance saat dihubungi.

Semua bermula saat Stephanie berlibur ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh kegiatan yang dilakukan di atas kapal tentu memiliki dampak lingkungan dari penggunaan air yang dibuang ke laut, khususnya saat mandi.

Menurutnya air limbah hasil penggunaan sabun mandi berbahan detergen tersebut dapat mencemari laut, sekaligus tidak ramah terhadap kesehatan kulit jangka panjang. Dari situ, lahirlah sabun natural yang diraciknya sendiri dari jurnal-jurnal yang dibaca dan pelatihan yang diikutinya.

"Jadi pengin berkontribusi sedikit lewat sabun dan ini juga kan daily use," katanya.

Menurut wanita lulusan Studi Manajemen ini, sabun menjadi media yang tepat untuk mengedukasi masyarakat. Lagipula, bahan-bahan komposisi sabun natural yang dibuatnya juga berlimpah di Indonesia.

Produknya menjadi menarik karena memadukan berbagai jenis kekayaan alam Indonesia untuk dibuat sabun. Mulai dari coklat, biji pala, buah merah papua, semangka, strawberi, alga, arang, kopi, hingga susu kambing.

"Kami memiliki filosofi yang sangat sederhana, yaitu mempersembahkan produk perawatan kulit yang terbuat dari hasil bumi Indonesia dengan metode pengolahan terbaik," begitu Molona mendeskripsikan produknya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
Usaha memproduksi sabun natural pun dimulai pada Agustus 2017. Dengan modal sekitar Rp 1-2 juta saat itu, Stephanie memulai usaha ini sebagai sampingannya selain bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan asuransi swasta.

Stephanie mengakui pada awal mula produksi mengalami rugi. Namun seiring berjalannya waktu, sabun Molona Natural terus berkembang dan dikenal, hingga akhirnya kini justru menjadi ladang yang lebih besar dibanding pekerjaan utama Stephanie.

Dengan produksi sabun sekitar 200 sampai 300 pcs per bulan dan harga berkisar Rp 19.000-45.000/pcs, Stephanie mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 50 juta setiap bulannya. Angka ini jauh dari omzet pada awal produksi yang hanya dalam satuan ratusan ribu rupiah.

"Omzet awal cuma ratusan ribu. Masih rugi. Sekarang bisa Rp 40-50 juta sebulan," ujar dia.

Kini Stephanie memiliki lima orang karyawan untuk membantunya dalam promosi dan pemasaran produk. Sementara produksi masih dilakukannya sendiri dengan alasan menjaga kualitas produk.

Stephanie juga membuka workshop-workshop pembuatan sabun natural agar semakin banyak orang yang bisa memproduksi sabun ramah lingkungan. Hal ini sebagai bagian dari misinya tadi membawa perubahan yang lebih baik bagi lingkungan dan diri sendiri.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Bekerja di dua dunia sebagai karyawan dan bos menjadi tantangan bagi Stephanie dalam menjalankan usaha ini. Namun kesungguhan dan tekadnya mampu membawa Stephani bertahan hingga saat ini menggeluti dua dunia tersebut secara baik.

"Secara pribadi harus fokus di dua dunia ini. Harus fokus sama passionnya. Namanya kerja sambil usaha," katanya.

Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.