Gaji TKI di Malaysia Rp 3,5 Juta per Bulan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Gaji atau ‎upah bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)/Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia sebesar Rp 3.5 juta per bulan. Upah ini tentu sudah lebih dari UMP di NTT.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Provinsi NTT, John S. Saragih, Rabu (24/10/2018).

Menurut John, selama kepengurusannya, dominan TKI asal NTT ke luar negeri itu dengan tujuan ke Malaysia. "Mereka yang dikirim ke Malaysia itu bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan juga di perkebunan atau perusahaan perkebunan di Malaysia. Upah mereka itu hampir semuanya sama, yakni Rp 3,5 Juta setiap bulan," kata Saragih.

Dia menjelaskan, gaji itu merupakan standar upah yang diberikan ‎kepada TKI tanpa melihat jenjang atau kualifikasi pendidikan.

"Karena semua TKI yang kita kirim itu sudah punya skill, walaupun hanya berpendidikan SD atau SMP dan maksimal SMA sederajat, tapi mereka sudah melalui tahapan pelatihan dan memiliki sertifikat pelatihan," katanya.

Karena itu, lanjut Saragih, semua tenaga kerja yang melalui APJATI adalah TKI yang telah memenuhi syarat pencari kerja atau syarat tenaga kerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Selain itu, kita ada pembekalan juga kepada calon TKI selain mereka mendapat pelatihan. Jadi saya jamin bahwa semua TKI yang melalui jalur resmi serta terdaftar di Dinas Nakertrans kabupaten dan kota itu punya ketrampilan, termasuk tata bahasa," jelasnya.

Dia mengakui, para TKI yang kembali ke NTT juga banyak yang sukses seperti membangun tempat tinggal dan berusaha.

"Kita juga harapkan, mereka yang sudah kembali ke NTT itu bisa diberdayakan oleh pemerintah. Mereka yang kembali itu, saya jamin sudah memiliki ketrampilan dan wawasan yang baik," katanya.

Dikatakan, jika sekembali dari Malaysia dan para TKI itu dipekerjakan di rumah makan, restoran atau pun warung-warung makan, maka mereka itu lebih berpengalaman.

"Saya berani jamin, kalau mereka yang kembali dari menjadi TKI itu dipakai di warung-warung makan, maka kualitas mereka bisa lebih dari pekerja-pekerja lainnya," kata Saragih.

Dia juga mengatakan, selain bekerja di warung-warung, para TKI yang bekerja di perkebunan di Malaysia yang kembali ke NTT itu bisa diberdayakan‎ untuk bekerja di pertanian lahan kering dan juga perkebunan.

"Jadi mereka itu saya kira diberdayakan dan program Gubernur NTT soal budidaya kelor. Mantan TKI ini bisa dipekerjakan di sektor ini," ujarnya.

Terkait prosedur yang menjadi syarat utama calon TKI, ia mengatakan, langkah pertama calon TKI itu harus mendapat surat izin dari orang tua, kemudian mendaftar di kabupaten dan kota pada dinas ketenagakerjaan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Mereka itu, kemudian mengecek kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan (medical check up) dan pengurusan paspor. Selasai itu, maka CTKI itu akan mengikuti pelatihan di BLK dan memperoleh sertifikat pelatihan.

"Setelah itu,Calon TKI itu dinyatakan layak menjadi TKI dan dikirim ke daerah tujuan," ujarnya.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.