Gunung Gamalama di Maluku Utara meletus, menyusul letusan Gunung Soputan dan Krakatau



     Menyusul Gunung Soputan di Sulawesi Utara dan Krakatau di Banten, Gunung Gamalama meletus memuntahkan asap berwarna putijh setinggi 200 meter. Sejumlah gunung berapi lain dalam satus waspada.



Gunung Gamalama kini ditetapkan dalam status 'waspada,' menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sementara Gunung Soputan yang meletus sehari sebelumnya, ditetapkan dalam status siaga.



Sebelumnya lagi, Gunung Anak Krakatau sudah terlebih dahulu meletus, melontarkan material pijar dalam radius 2 km dari pusat erupsi. Abu vulkanik juga menyebar ke area sekitar sesuai arah dan kecepatan angin.

Dengan status Level II (Waspada) tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Krakatau dalam radius 2 km dari Kawah. Sementara masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung sejauh ini dlam status aman.

Gunung berapi lain yang juga aktif adalah Sinabung di Sumatera Utara yang ditetapkan dalam status Awas, atau aktivitas level IV. Gunung berketinggian 2.460 mter di atas permukaan laut itu trus-menerus meletus sejak tahun 2013.

Sejak Rabu (3/10) hingga Kamis (4/10) pagi, "asap kawah teramati berwarna putih tipis - tebal setinggi 200m," kata PVMBG.

Muncul berbagai spekulasi tentang hubungan antara rangkaian letusan dan aktivitas tinggi berbagai gunung berapi itu dengan gempa di Palu dan Dongala yang diakibatkan oleh bergeraknya patahan Palu Koro.

Namun itu kemungkinan besar hanya kebetulan, kata Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

"Belum ada kajian soal gempa Palu memicu gunung Soputan. Tapi ada konsep gempa dapat memicu gunung api jika gunung itu sedang aktif, atau magma cair dan kandungan gas gunung itu sedang banyak -kalau tidak, gempa tidak berpengaruh," kata Sutopo.

Daryono, kepala informasi gempa bumi BMKG menyebut, memang bisa terjadi 'pemicuan,' akibat 'perambatan.' Tapi gempa yang satu bisa mengakibatkan peristiwa yang lain, kalau sesar-sesar yang merupakan sumbr gempanya bersebelahan. Kalau tidak, itu hanya kebetulan saja waktunya bersamaan.

Berita masih akan terus diperbaharui.


Sumber : BBC

No comments

Powered by Blogger.