Hal yang Harus Dilakukan Ketika Menemukan Benjolan di Payudara



       Anda mungkin cemas dan takut saat menemukan ada benjolan di payudara Anda. Tapi, akan jauh lebih baik jangan panik. Karena benjolan yang ditemukan di payudara belum tentu merupakan kanker.



Meski demikian, setiap benjolan harus dipastikan atau diperiksakan lebih lanjut apakah sifatnya ganas atau tidak. Semua benjolan adalah tumor tapi ada yang bersifat ganas dan ada yang tidak ganas. Benjolan yang ganas itulah yang dapat disebut sebagai kanker.



Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan, sebaiknya Anda melakukan penanganan sedini mungkin. Lantas, apa yang harus Anda lakukan bila Anda menemukan benjolan di payudara?

Cek Kembali Payudara Anda
Bila Anda menemukan benjolan di sekitar payudara, jangan panik dulu. Sebaiknya cek kembali dengan meraba semua bagian payudara. Lakukan pengecekan dengan berbaring di ranjang. Supaya hasilnya valid, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan setelah menstruasi atau jauh sebelum menstruasi.

Periksa Kembali Kalender Menstruasi Anda
Jangan cepat memvonis bahwa benjolan yang ada di payudara Anda adalah kanker. Karena benjolan yang muncul boleh jadi merupakan gejala Anda akan mengalami menstruasi.

Konsultasikan Masalah Benjolan Payudara Pada Dokter
Bila Anda masih merasa tak nyaman atau cemas dengan benjolan yang ada di payudara Anda, maka sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter untuk bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Anda.

Semakin cepat Anda berkonsultasi, maka semakin cepat pula Anda mendapatkan penanganan sehingga resiko terburuk setidaknya dapat dikurangi.

Jangan sungkan untuk menanyakan kondisi Anda dan berkonsultasi kepada dokter. Hal ini penting sekali dilakukan agar keluhan yang terjadi pada tubuh Anda segera diketahui penyebabnya sekaligus penanganan pun akan lebih cepat dilakukan.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai riwayat kesehatan Anda. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan mammogram atau ultrasound guna melihat apakah benjolan tersebut padat atau penuh dengan cairan.

Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk melakukan biopsi. Dokter akan ambil sampel kecil dari benjolan tersebut dengan jarum atau potonga kecil dan mengirimnya ke laboratorium untuk diperiksa apakah benjolan merupakan kanker atau bukan.


Sumber : Viva

No comments

Powered by Blogger.