Ismiati TKW Hong Kong Di Siram Air Panas, Majikannya di Tuntut Ganti Rugi Sebesar HKD 150.000



     Seorang majikan lansia yang  bermarga Ni dan berusia 78 tahun di duga melakukan pelecehan disertai kekerasan fisik terhadap seorang TKW yang bernama Ismiati (29).



Puncaknya Ismiati (29) memilih melarikan diri setelah dirinya di siram air panas di punggungnya oleh majikannya saat terjadi perselisihan.



Dilansir dari Oriental Group, awal dari kejadian terssebut Ismiati dianggab bersalah karena bekerja setelah suami terdakwa meninggal dunia, job ismiati di majikannya telah disepakati sejak 24 januari 2017 namun visa Ismiati yang berangkat ke Hong Kong di salurkan agency Sunday Employment Agency ini baru turun 27 maret di tahun yang sama.

Dan saat Ismiati bekerja di rumah majikannya, majikannya sudah setengah hati lantaran keterlambatan visa hingga suami terdakwa meninggal beberapa saat sebelum Ismiati datang.

Majikan Ismiati sudah melabeli dengan berbagai kesalahan dan makian dan serangan verbal dengan mengatainya bodoh, setiap pertengkaran antara majikan dan Ismiati kematian suaminnya selalu dibawa-bawa karena lambatnya bisa Ismiati yang tidak bisa merawat suaminya dan menyebabkan suaminya meninggal dunia.

Merasa tak tahan karena terus menerus di serang demikina saat itu Ismiati menjawab dengan menyampaikan pemahaman bahwa suami majikanya meninggal secara alami dan setiap orang akan mengalami hal yang sama.

Setelah megucapkan kalimat itu tiba tiba pungggung Ismiati terasa panas dia merasakan ada cairan panas meleh di punggung dari pundak mengalir kebawah dan kemudian ismiati bergegas ke kamar mandi untuk memeriksa keadaan, saat menyadari bahwa majikannya menuangkan cairan panas ke pundaknya dia berusaha menanyai majikannya kenapa menyiramnya dengan air panas tapi majikannya tidak menjawabnya.


Ismiati memutuskan untuk mengemasi barangnya dan kemudian majikannya menghubungi anak perempuannya namun Ismiati sudah terlebih dahulu menelpon polisi sehingga saat anak majikannya datang, polisi juga sudah ada di TKP.

Ismiati kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Dilansir dari Sing Tao Daily di pengadilan Wanchai majikannya mengaku telah memberi kompensasi kepada Ismiati sebesar HKD 4.000 serta tunjangan transport sebesar 100HKD namun Ismiati menolak mengakuinya karena merasa tidak menerimanya.

Di dampingi oleh Christian Action Ismiati mengaku telah mendapat uang kompensasi melali departement Tenaga Kerja sebesar HKD 2.800.

Dilansir dari Oriental Group korban disebut mengajukan klaim ganti rugi kepada terdakwa sebesar HKD 150.000.


Sumber : pahlawandevisa

No comments

Powered by Blogger.