KBRI Riyadh Berhasil Pulangkan 21 WNI

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

KBRI Riyadh, pada hari ini, berhasil memulangkan 21 WNI dan diterbangkan kembali ke Indonesia. Kedutaan menghimpun data terbaru WNI yang masih terkendala proses pemulangan ke Tanah Air. Berdasarkan data per 24 Oktober 2018, tercatat 196 WNI yang masih tinggal di shelter penampungan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“Dari jumlah tersebut, 58 diantaranya merupakan pekerja yang datang ke Arab Saudi berbekal visa ziarah (kunjungan) kemudian berlanjut pada ikatan pekerjaan,” sebut PF Konsuler 1 selaku Koordinator Pelayanan Warga, Raden A. Arief dalam pernyataan resmi yang diterima Gatra.com hari ini, Kamis (25/10).

WNI tadi ada yang direkrut dan dipekerjakan langsung oleh pihak sponsor (pengundang). Termasuk ada yang dipekerjakan kepada pihak lain atas "operan" dari pihak sponsor. Lalu ada pula WNI yang kabur dari sponsor lantaran didera kasus tertentu kemudian bekerja pada orang baru yang tidak dikenalinya.

“Latar pekerjaan itu yang kemudian memunculkan masalah ketika WNI tersebut hendak kembali ke Indonesia,” tambah Arief.

Jika sponsor tidak membuatkannya iqamah (izin tinggal) maka banyak denda yang harus dibayarkan. Kalau sponsor melaporkan WNI tersebut kabur semasa bekerja, maka petugas imigrasi setempat tidak akan memperkenankannya meninggalkan Arab Saudi kecuali setelah mendapat “pengampunan” dari sponsor. Itu belum termasuk kasus lain yang turut memperberat seperti: tuduhan pencurian, tuduhan asusila, atau gaji belum dibayarkan sehingga membuat WNI tidak bisa mengurus exit permit.

“Untuk mengatasi persoalan pelik ini, KBRI Riyadh selalu berkoordinasi dengan Kemlu Arab Saudi,” ujar Arief. Aturan setempat mengharuskan KBRI untuk terlebih dulu menginformasikan kepada Kemlu sebelum membuka kontak langsung dengan instansi terkait.

Setelah berulang kali mengirim Nota Diplomatik, KBRI Riyadh akhirnya menyepakati pertemuan dengan Kemlu Arab Saudi yang berlangsung pada 16 Oktober lalu. Dalam kesempatan tersebut, Arief bertemu dengan Direktur Konsuler Kemlu Arab Saudi, Mohammed A Al Shammmery untuk membahas persoalan tadi.

Selang sehari setelahnya, Arief berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi Provinsi Riyadh, Mayjen Sulaiman Abdul Rahman Alsuhibani yang berlanjut dengan pertemuan dengan Direktur Urusan WNA Kantor Imigrasi Provinsi Riyadh, Brigjen Nasir Abdulaziz Al Madhi.

KBRI Riyadh melaporkan kondisi terkini 54 WNI yang nasibnya terkatung-katung. Mereka datang ke Arab Saudi dengan visa kunjungan lalu tidak bisa meninggalkan tanah Arab Saudi lantaran didera berbagai kasus.

“Setelah laporan tersebut ditinda lanjuti oleh petugas Imigrasi setempat, 21 WNI dinyatakan memperoleh final exit. Dari 21 orang tersebut sebagian sudah dilaporkan kabur oleh sponsornya kemudian mendapatkan ‘pengampunan’ dari aparat negara,” terang Arief.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Sementara 27 orang lainnya, ujar Arief, masih diproses di Kantor Imigrasi Riyadh karena belum dilaporkan kabur oleh pihak sponsor. Ada pula kasus dimana sponsornya tidak melaporkan bahwa visa kunjungan mereka telah berakhir kemudian pihak sponsor bertanggung jawab atas administrasi kadaluwarsa visa tersebut.

Sisanya yang 6 orang lainnya masih harus berurusan dengan hukum. Mereka menuntut para sponsor yang mendatangkan [WNI] ataupun majikan utama yang mempekerjakannya, baik persoalan gaji maupun hak-hak lainnya.

Sumber:gatra

No comments

Powered by Blogger.