Mengakhiri Hubungan karena Jenuh Tapi Kenapa Masih Rindu Setelah Jauh?



     Perasaan seorang wanita bak sebuah teka-teki yang sulit ditebak. Aku, untuk pertama kalinya dalam hidupku menemukanmu. Laki-laki ini tidak pernah memberikanku barang mewah, dinner romantis atau pun sekadar nonton bioskop.

Dia bukan sosok lelaki romantis yang selalu memberikan kejutan di momen-momen spesial kami. Sangat sederhana dia mencintaiku. Menemaniku ke perpustakaan, membantuku membawakan barang dan menceritakan sesuatu yang lucu hingga membuatku lupa akan kekesalanku.



Semarang menjadi kota kenangan bagi kami berdua. Dua tahun lebih kurajut tali kasih dengannya. Pertama kalinya dalam hidupku, aku mampu bertahan dengan orang yang sama dalam kurun waktu yang cukup lama. Dia lelaki yang sangat spesial untukku. Sosok laki-laki yang sedikitpun tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bukan lelaki tampan dan dari keluarga terpandang, ya dia lelaki sederhana yang mampu membuat hidupku berharga kala itu.

Hingga saat kami berdua lulus kuliah dan mulai memikirkan tentang masa depan, aku mulai meragukannya. Sejak saat itu kami mulai sering bertengkar. Tidak ada kata manis lagi yang keluar dari mulutku. Aku merasa jenuh dengan hubungan kami. Hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhirinya. Beberapa hari setelah kami berpisah, dia mendapat panggilan kerja di luar pulau Jawa, dan itu semakin menambah keyakinannku bahwa memang dia bukanlah jodohku.

Hingga pada akhirnya aku menemukan kejanggalan dalam hatiku. Aku merindukannya. Sampai detik ini pun rasa cinta itu masih ada untuknya, meskipun dia bukan lagi kekasihku. Bahkan, perhatiannya kepadaku tak pernah berubah sedikitpun. Dia adalah mantan kekasihku. Apakah hatinya pun masih sama?


Sumber : vemale

No comments

Powered by Blogger.