Pedasnya Bisnis Waralaba Tahu Jeletot Taisi




     Camilan tahu isi pedas kini tengah naik daun. Tidak hanya di pinggir jalan, kuliner tersebut kini mulai masuk ke pusat belanja dan mal.



Salah satu pemain waralaba yang berkecimpung pada cemilan ini yaitu Tahu Jeletot Taisi. Berdiri sejak 2012, merek tahu isi pedas tersebut terbukti mampu bertahan hingga sekarang meski memiliki banyak kompetitor.



Co-Founder Tahu Jeletot Taisi, Kamaludin Enuh, mengatakan waralaba tersebut sebenarnya didirikan oleh temannya yang kemudian dia kembangkan bersama-sama. Sebelum terjun ke bisnis waralaba, keduanya merupakan karyawan di sebuah perbankan nasional.

"Pendirinya kawan saya, namanya Rudi. Dari awalnya cuma 2 gerobak saat didirikan pada Februari 2012‎. Kemudian mulai muncul gerobak-gerobak lain. Kemudian kita sudah punya 6 gerobak dalam waktu 6 bulan," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/10/2018).

Dengan semakin banyaknya gerobak yang dimiliki dan mulai terkenal, kemudian banyak orang yang bertanya soal waralabanya. Karena banyaknya permintaan, Kamaludin mulai menjual merek dagang tahunya tersebut denan sistem waralaba.

"‎Orang nanya ini diwaralaba atau tidak. Awalnya kita juga belum mengerti seperti apa waralaba ini," ungkap dia.

Berjalan selama beberapa tahun, bisnis waralaba tahu isi pedas ini pun semakin berkembang, pada tahun ke-2, Tahu Jeletot Taisi telah memiliki 65 cabang dan saat ini mencapai 285 cabang dengan dua master franchise di Cirebon dan Sidoarjo.

"Sekarang kita sudah punya outlet banyak di Jabodetabek, Cirebon dan Sidoarjo. Rencananya kita mau ke Medan. Di sana saya lihat belum ada yang seperti ini, jadi pangsa pasarnya masih besar," kata dia.

Merambah Mal

Tak hanya di pinggir jalan, cabang Tahu Jelotot Taisi ini pun mulai merambah ke mal. Hal ini untuk memperluas pangsa pasar dari produk tahu isi pedas ini.

"Kalau di pinggir jalan kan biasanya di depan Alfmart, Indomaret. Tapi kita sudah masuk ke mal, ada belasan mal. Saya berpikir bagaimana bikin orang tidak ngeri makan gorengan," kata dia.

Untuk masalah omzet, lanjut Kamaludin, tiap harinya 1 cabang Tahu Jeletot Taisi mampu mengantongi Rp 500 ribu. Memitraan yang ditawarkan juga terhitung cukup terjangkau, mulai dari Rp 20 juta untuk gerobak alumunium, Rp 49 juta untuk gerobak premium dan Rp 55 juta untuk booth premium.

"Penjualan per hari paling kecil 150 piece sampai ada yang 500 piece. Kemitraannya per 5 tahun," lanjut dia.

Kamaludin berharap, bisnisnya ini bisa terus bertahan meski kini semakin banyak produk serupa yang muncul di masyarakat. Menurut dia, inovasi produk menjadi hal penting bagi bisnis waralaba untuk bisa terus bertahan.

"Inovasi ini penting, supaya kita bisa terus berkembang," ujar dia.


Sumber : Liputan 6

No comments

Powered by Blogger.