Pemulangan Jenazah TKI Hadapi Sekian Problem

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemulangan jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) ke kampung halaman tak selamanya mudah. Ada sekian problem yang dihadapi keluarga TKI.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pemulangan biasanya dilakukan keluarga sendiri tanpa melibatkan institusi pemerintah. Namun tak semua keluarga punya cukup ongkos.

"Problem pertama adalah biaya yang biasanya sangat tinggi di luar biaya rumah sakit," kata Sekretaris Jenderal Federasi Tenaga Kerja Indonesia Sarikat Buruh Muslim Indonesia NU Mohammad Rasul.

TKI yang datang tak terdokumentasi alias ilegal tak mendapat perlindungan yang cukup dari agen yang membawanya. Ini berbeda jika TKI tersebut datang secara legal. Majikan jasa bisa diminta ikut membiayai pemulangan.

Problem kedua, menurut Rasul, adalah ketersediaan ambulans yang mengangkut jenazah dari bandara ke rumah duka. "Tidak semua pemerintah daerah memberi fasilitas ambulans gratis," katanya.

Ini membuat keluarga TKI kebingungan mencari uang untuk menyewa ambulans. "Di Jember ada ambulans desa. Namun belum sepenuhnya bisa membantu dengan alasan sudah ada jadwal (penggunaan) lain," kata Rasul.

Rasul berharap Pemerintah Kabupaten Jember bisa menyediakan semacam call center khusus untuk ambulans. "Dengan demikian kemanfaatannya bisa dirasakan masyarakat," katanya.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Kepala desa sebagai kepanjangan tangan bupati harus menjadi jjung tombak dalam membantu warga untuk memanfaatkan ambulans," kata Rasul.

Jember adalah salah satu daerah yang banyak mengirimkan TKI ke luar negeri, baik legal maupun ilegal. Rasul berharap pemerintah daerah intensif menyosialisasikan dan mengedukasi warga agar TKI bekerja dengan aman.

Sumber:beritajatim

No comments

Powered by Blogger.