Saat Presiden Jokowi menahan tangis saat sambangi korban gempa tsunami di Palu



    Pasca gempa bermagnitudo 7,4 disertai tsunami, menghantam daerah tersebut, Minggu (30/9/2018) Presiden Joko Widodomelakukan kunjungan ke kota Palu. Presiden Jokowi tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.



Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah jajarannya terkait penanganan bencana gempa dan tsunami yang melanda daerah tersebut, sebelum melakukan pemantauan daerah terdampak bencana.



Gempa di Palu

Setelah ratas, Presiden yang mengenakan jaket loreng hijau-hitam TNI, kemudian memberikan arahan kepada prajurit TNI, meminta kesiapan para prajurit TNI untuk bekerja keras dalam tahapan evakuasi.

Titik pertama yang dituju adalah Perumnas Balaroa dan tiba pada pukul 13.55 WITA. Di lokasi ini, Presiden meninjau lokasi reruntuhan bangunan dan menyerahkan bantuan. 

Presiden sambangi Palu pasca gempa

Setelah itu titik berikutnya yang ditinjau Presiden adalah Pantai Talise. Pantai ini merupakan tempat wisata utama di Palu dan terdampak tsunami paling parah.

Selanjutnya Presiden akan menuju Rumah Sakit Undata dan terakhir Presiden akan meninjau posko pengungsi di Lapangan Vatulemo.

Saat bertemu dengan para pengungsi, Presiden Jokowi pun menyampaikan kesulitan-kesulitan yang dialami untuk menangani kondisi para pengungsi dan juga memulihkan Kota Palu.

"Jadi ini memang keadaan darurat sama dengan di Lombok, ada tahapan-tahapan. 
Sehari dua hari memang berat. Memang berat," ujar Presiden Jokowi diawal pidatonya.

"Karena yang pertama jalan menuju ke sini juga banyak yang terputus. Bandara juga belum berfungsi. Listrik dari tujuh gardu baru dua yang berfungsi, yang lima belum," papar Jokowi.

Jokowi melihat kondisi kota Palu pasca gempa

Jokowi mengutarakan BBM belum bisa tiba di Palu karena memang terhambat jalan-jalan yang terputus. "Tapi tadi saya sudah sampaikan semuanya. Misalnya BBM dalam dua hari ini sudah sampai ke sini," ujarnya.

Para warga pun menyambut ucapan Presiden Jokowi dengan seruan, "Alhamdulilah". Jokowi juga menjelaskan bahwa saat ini alat-alat berat juga sudah dikerahkan menuju Palu.

"Kemudian alat-alat berat juga dari mamuju, dari poso dari gorontalo, baru menuju ke sini. Nanti malam baru sampai ke sini, kita berdoa bersama semoga semuanya lancar, sampai ke sini." ujarnya.

Kembali para warga menyambut perkataan Presiden Jokowi dengan seruan, 'alhamdulilah".

Kemudian, lanjut Presiden Jokowi, yang berkaitan dengan pangan, air dan lain-lainnya saat ini tengah mereka upayakan.

"Memang bandaranya ini belum siap seratus persen bisa didarati, ini masih memerlukan waktu satu minggu," paparnya.

"Saya ngomong apa adanya yah, kesulitan-kesulitan seperti itu tidak kita perkirakan sebelumnya," lanjutnya.

Sejenak Presiden Jokowi menghentikan pidatonya, tampak dia sedang menahan tangisnya atas kesedihan yang dialami para pengungsi yang dijumpainya.

Video Detik-detik Presiden Jokowi Menahan Tangis

"Saya berharap, bapak-bapak seluruhnya sabar semuanya, saya tahu semuanya banyak persoalan-persoalan yang harus kita selesaikan, dalam waktu cepat, tetapi kondisi-kondisi yang ada memang belum memungkinkan," ujar Presiden Jokowi kembali.

"Termasuk juga dengan yang berkaitan dengan komunikasi dibeberapa titik belum bisa berfungsi," tambahnya.

Ia pun mengutarakan bahwa dia akan kembali lagi ke Palu untuk memastikan penanganan bencana yang menimpa daerah tersebut berjalan dengan baik.

"Dan ini akan terus saya ikuti, minggu depan saya akan kembali lagi untuk memastikan bahwa semuanya sudah, kembali normal," ujarnya.

"Setelah keadaan darurat ini menjadi normal baru tahapan yang namanya rehabilitasi, dan rekontruski rumah-rumah seperti ini, pemerintah akan bantu seperti di Lombok," ujarnya.

Para warga pun menyambut ucapan presiden dengan ucapan,"Amin".




Sumber : merdeka

No comments

Powered by Blogger.