TKW Asal Majalengka Dieksekusi Arab Saudi, Keluarga Baru Terima Kabar

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kabar mengejutkan diterima keluarga Iti Sarniti warga Blok Manis RT 01/01, Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Selasa 30 Oktober 2018. Anak perempuannya, Tuti Tursilawati (34), yang menjadi TKW di Arab Saudi telah dieksekusi mati Senin 29 Oktober 2018.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Jenazah Tuti telah dimakamkan di TPU Taif, Arab Saudi, pada hari itu juga. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Perlindungan TKI Lalu Muhamad Iqbal, saat mendatangi kediaman Iti di Desa Cikeusik.

Menurut Lalu, Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) kaget dengan pelaksanaan eksekusi mati tersebut. Karena sebelumnya tidak pernah ada kabar apapun yang diterima pemerintah, baik KJRI maupun KBRI serta Kemenlu di Jakarta.

“Kami saja kaget karena memang tidak ada kabar sebelumnya dan itu adalah peraturan di Pemerintah Arab. Kami mengetahui ini pada hari pelaksanaan eksekusi, sehari sebelum pelaksanaan eksekusi tepatnya tanggal 28, ada keinginan untuk segera menengok Tuti ke penjara. Esoknya  dari KJRI segera datang ke Penjara yang ternyata saat itu sedang berlangsung ekseksi mati terhadap almarhumah,” kata Lalu.

Saat itu pula petugas dari KJRI diintruksikan untuk terus memonitor dan menyaksikan pelaksanaan hingga prosesi memandikan, mengafani, menyolati hingga pemakaman.

“Tuti pergi dengan khusnul khotimah. Sebanyak 47 kali kami berkunjung ke penjara dia tidak penah mengeluh, menceritakan kesusahan apapun,” ujarnya.

Ia melanjutkan, yang selalu diceritakan Tuti adalah adalah hapalan Al Quran. Beberapa bulan berkunjung, Tuti selalu berkata sudah hafal tiga juz, dan selama delapan tahun dia sudah hapal hingga 30 juz.

“Tuti sedikit dari orang yang menjalani hukuman penjara yang tidak punya catatan apaun di penjara, tidak pernah mengeluh apalagi melakukan hal buruk,” tutur Lalu menuturkan kesan terhadap almarhumah.

Menurutnya, almarhumah Tuti menjalani hukuman selama delapan tahun setelah divonis hukuman mati di tahun 2011. Kemudian pemerintah Indonesia melakukan upaya banding di Tahun 2012.

“Namun ketika banding hakim menguatkan putusan sebelumnya, setelah itu minta peninjauan banding namun juga hakim memutus hal sama. Setelah itu upaya ke Mahkamah Agung meminta Peninjauan Kembali (PK) dan sidang ulang di Tahun 2017 hingga berganti hakim. Hakim kembali menguatkan vonis sebelumnya. Pemerintah Indonesia pun berupaya hingga tiga kali berganti pengacara dan yang terakhir pengacara terbaik di negara Arab, namun upaya terus gagal,” katanya.
Pelecehan seksual

Lalu mengungkapkan kasus yang dihadapi Tuti adalah pelecehan seksual dari majikannya. Namun delik dakwaan terhadap Tuti berbeda, dia dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap majikannya.

“Membunuh yang tidak pantas dibunuh, orang yang berada dalam satu rumah yang seharusnya dilindungi. Itu yang diungkapkan majlis hakim setempat. Dan ini dakwaan yang paling berat di negara Arab,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo pun sempat berbicara langsung dengan Raja Arab sebanyak dua kali sebagai upaya Pemerintah Indonesia menyelamatkan Tuti dari jerat hukuman mati. Pertama, saat Presiden berkunjung ke Arab Saudi, dan kedua ketika Raja Arab melakukan kunjungan ke Indonesia.

“Dilakukan juga dengan upaya perundingan yang dilakukan Menteri Luar Negari. Upaya sudah maksimal, sekarang kita mengiklaskannya, kita terima hukuman islam. Yang tidak kita terima adalah tidak ada pemberitahuan dari Negara Arab saat pelaksanaan eksekusi. Namun itu juga peraturan di Arab,” ucapnya.

Atas persoalan ini Kemenlu telah melayangkan surat protes dengan memanggil Duta Besar Arab Saudi, serta mengeluarkan nota diplomatik.

“Ini bukan protes atas eksekusi, tapi memprotes tanpa pemberitahuan menyangkut pelaksanaan eksekusi dari negara Arab ,” katanya.

Sebelumnya, keluarga Tuti juga sudah empat kali diajak berkunjung ke penjara menemui Tuti dan berdialog lama di disana.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sebanyak 103 orang TKI yang mendapat vonis hukuman mati di Arab Saudi. Dari jumlah sebanyak itu, 85 orang di antaranya telah bebas, lima orang menunggu proses eksekusi namun masih terus diupayakan bebas, dan 13 lainnya masih menjalani proses peradilan.

Salah satu dari banyak TKI yang divonis tersebut adalah Eti, warga Cingambul, Majalengka. Pemerintah, tambah Lalu, tengah berupaya membebaskan Eti dari hukuman.

“Eti dan Tuti kasusnya berbeda, Eti hukumannya qisos yang masih bisa diupayakan lewat adanya kesepakatan dengan ahli waris. Kini sedang menunggu keputusan resmi dari ahli waris. Sedngkan kasus Tuti benar-benar menegakan hukum Islam yang tidak bisa diintervensi oleh Raja sekalipun,” katanya.

Untuk kasus Eti, ungkap dia, pada tahun lalu keluarga korban meminta uang tebusan sebesar Rp 107 miliar, namun pemerintah terus berupaya melalukan negosiasi.
Perpisahan

Sementara itu Iti dan paman korban, Kadar, mengatakan pihak keluarga sangat kaget menarima kabar eksekusi yang dijalani Tuti, karena pada Jumat 19 Oktober 2018, Tuti sempat menguhunginya melalui video call dan mengobrol cukup lama hingga kurang lebih 1,5 jam.

Dia tidak menceritakan apapun. Seperti biasanya, Tuti tampak ceria bahkan berkata ingin mengenakan baju yang dikirim ibunya dari Indonesia. Malah Tuti mengaku sempat mengutarakan rencananya membuat paspor agar bisa pulang ke Indonesia.

“Hanya memang tidak biasanya dia ngajak ngobrol hingga lebih satu jam. Karena biasanya paling kalau ngobrol hanya sekitar setengah jam saja. Dia ceria nanya kabar dan segala macam,” kata Iti.

Sementara Kadar, meyakini Tuti menghubungi keluarganya dengan sangat lama untuk menghibur mereka. Ia menduga, keponakannya tersebut telah mengetahui akan segera menghadapi eksekusi, namun tidak berterus terang.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Keluarga sudah pasrah dan menerima hukuman yang telah menimpa Tuti,” ucap Kadar.

Tuti adalah anak pertama pasangan Marjiki (alm) dan Iti Sarniti. Almarhumah kemudian menikah dengan pria asal Cirebon dan dikaruniai satu anak yang kini tinggal di Cirebon bersama ayahnya. Tuti kemudian pergi ke Arab mengikuti jejak wanita-wanita lain di Cikeusik untuk menjadi TKW

Sumber:pikiran-rakyat

No comments

Powered by Blogger.