Wanita Ini Klaim Jus Kubis Buatannya Sembuhkan Kanker hingga Homoseksual

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Wanita ini dijerat hukum lantaran mengklaim jus kubis buatannya ampuh sembuhkan kanker, austisme hingga homoseksual. Hal tersebut tak dibuktikan secara ilmiah.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Jillian Mai Thi Epperly, wanita keturunan Kanton yang tinggal di Ohio mengatakan bahwa seluruh penyakit dalam tubuh manusia berasal dari zat yang disebut 'candida'. Dengan meminum jus kubis buatannya yang ia sebut 'Jilly Juice' setiap hari, bisa menghilangkan penyakit yang disebabkan candida.

Jilly Juice terbuat dari kale atau kubis yang sudah difermentasikan dalam suhu ruangan selama tiga hari. Kemudian dihaluskan dengan air garam.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Puluhan ribu orang mengamini apa yang dikatakan Epperly. Mereka berlomba-lomba membeli Jilly Juice. Semuanya tergabung dalam sebuah laman Facebook.

Padahal Epperly bukanlah seorang ahli nutrisi maupun klasifikasi medis lainnya. Karenanya David Seres selaku direktur nutrisi di Columbia University mengatakan kalau klaim yang diucapkan Epperly, "omong kosong yang berbahaya".

Epperly bahkan telah menerbitkan buku berjudul Candida: 'Weaponzied Fungus Mainstreaming Mutancy'. Lewat bukunya, ia menuliskan bahwa ia sudah merasakan manfaat dari konsumsi jus yang ia buat. Mulai dari hilangnya 'Premenstrual Dysphoric Disorder' atau sindrom PMS, flu, pilek, dan beberapa alergi yang ia derita. Ia juga menulis bahwa jus buatannya merupakan probiotik yang bisa sembuhkan kelumpuhan, autisme, dan kanker.

Bahkan Eperly mengatakan kalau jusnya bisa mengubah biokimia gay, lesbian, dan transgender. Menurutnya seksualitas seseorang disebabkan oleh mutasi tubuh manusia. Namun semuanya tak ia buktikan secara ilmiah.

Tiap orang yang meminum jusnya akan merasa pusing, sakit kepala, mual, dan diare berlebih. Itu merupakan tanda bahwa jus buatannya bekerja dengan baik di dalam tubuh.

Tiap pengikut yang ada dalam situs jillyjuice.com diharuskan membayar uang sebesar $30 (Rp 458 ribu)/tahun agar bisa mengakses situs tersebut. Selain itu, jika ingin melakukan konsultasi langsung, tiap orang dikenakan biaya sebesar $70 (Rp 5.6 juta)/jam lapor Newsweek (5/10).

Melihat hal ini, Kejaksaan Agung Ohio menuntut Epperly untuk membuktikan khasiat jusnya secara ilmiah terkait undang-undang perlindungan konsumen.

"Ohio punya undang-undang perlindungan konsumen yang dirancang khusus untuk melindungi konsumen terkait praktik penipuan pada penjualan," tutur Tamara Rice Lave, profesor hukum di University of Miami.

Lave sangat yakin kalau Epperly sadar bahawa dirinya suatu saat akan dituntut secara hukum. Karenanya, dalam situsnya tertulis, "Protokol ini tak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan atau mencegah penyakit. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memulai program apa pun."

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Lave juga menyarankan agar negara lain menetapkan hukum yang sama terkait perlindungan konsumen seperti Ohio. Hingga kini, kasus Epperly masih berjalan. Dikabarkan Daily Mail (5/10), ada satu orang warga yang meninggal lantaran mengkonsumsi Jilly Juice secara rutin. 

Sumber:detik

No comments

Powered by Blogger.