Wanita Ini Raup Jutaan Rupiah dari Jualan Roti Bakar di Garasi

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Menjalani bisnis kuliner memang harus memiliki ide dan inovasi yang tepat. Pasalnya, kuliner menjadi salah satu usaha yang mudah dilakoni. Oleh karenanya inovasi pada produk menjadi pembedanya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seperti yang dilakukan oleh Santy Subroto, wanita berusia lebih dari 50 tahun ini berhasil menyulap roti bakar yang berbeda dari umumnya.

Roti bakar yang dia jual lebih terkenal karena isinya yang tidak biasa. Jika umumnya roti bakar itu pisang keju, cokelat, dan rasa manis lainnya. Santy berhasil membuat roti bakar asin dengan isi yang cukup membuat lidah bergoyang.

Ya, Santy belum lama ini berhasil membuat roti bakar asin dengan isi ayam teriyaki, pepper tuna, smoked beef mozarella dan sosis. Selanjutnya, ada juga varian rasa manis nutella cheese dan stroberi.

Roti yang digunakan pun berbeda dengan roti bakar pada umumnya. Dia menggunakan roti yang diproduksi sendiri. Nampaknya seperti roti sobek namun sebetulnya roti tawar sama seperti yang lain.

"Sebelum saya menjual roti bakar memang sudah menjual lapis legit dan marble cake, jadi untuk mixer dan oven digital memang sudah ada. Modalnya tidak terlalu besar sekitar Rp 15-Rp 20 juta," kata Santy Dilansir dari detikFinance, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Dia menceritakan, awal mula menjalani bisnis ini karena ingin menyalurkan hobi sekaligus tidak ingin membebani suaminya yang sudah pensiun.

"Berawal dari suami pensiun dan saya banyak berkegiatan hanya di rumah. Kemudian saya meminta ijin ke suami dan anak-anak saya untuk diperbolehkan membuka usaha rumahan buah pemikiran 'iseng' saya yang ingin ada inovasi baru di bidang kuliner, khususnya roti yang memang sudah saya geluti," ungkap Santy.

Memegang restu dari suami dan kedua anaknya, Santy menyulap garasi rumahnya sebagai dinasti usahanya. Bermodalkan uang Rp 15-Rp 20 juta pada Oktober 2016 dirinya resmi membuka usaha kuliner yang menyajikan roti bakar.

Modal awalnya itu pun digunakan untuk membeli peralatan masak dan sebuah kotak etalase tempat dirinya membuat roti bakar.

Awal menjalani bisnis, Santy juga termasuk sosok pekerja keras, lantaran langsung berani mempromosikan dagangannya ke tetangga lewat mulut ke mulut, bahkan lewat sosial media yang dimilikinya.

Bahkan dirinya berani mempromosikan ke salah satu ojek online, dan sering mengikuti pameran. Hal ini dilakukan agar masyarakat sekitar Yogyakarta mengetahui dagangannya.

Berselang dua tahun, bisnisnya mendapatkan respons yang baik dari warga Yogyakarta, lantas dirinya pun memberi tokonya tersebut Bluebell Cake. Di mana tokonya menjual roti bakar dengan varian asin atau berbeda dengan roti bakar pada umumnya.

"Yang favorit itu roti bakar asin isi ayam teriyaki, smoked beef moza, pepper tuna dan yang manis nutella cheese," ungkap dia.

Sampai saat ini, kata Santy, Bleubell Cake masih belum memiliki cabang usaha alias hanya ada satu di Yogyakarta yaitu berlokasi di garasi rumahnya yang beralamat di Jalan Kayen 147 B- Jalan Kaliurang Km 7, Sleman, Yogyakarta.

Sebelum dikenal banyak orang seperti sekarang, di tahun pertama banyak suka duka yang dirasakan selama menjalankan bisnisnya. Seperti harus menerima banyak masukan dari pelanggan atas produk yang dijualnya, serta produksinya diadopsi orang lain sehingga mau tidak mau menjadi pesaing usahanya.

Namun berkat ketekunannya, Santy pun mampu berhasil menjalankan usaha roti bakarnya sampai sekarang. Bahkan, omzet yang didapatkannya pun terbilang cukup besar yaitu sekitar Rp 15-Rp 20 juta per bulannya.

"Setelah promosi via Instagram, bulan kedua mulai menampakkan hasilnya. Perkiraan omzet Rp 15-Rp 20 juta per bulan," tegas dia.

Lebih lanjut Santy menceritakan, Bluebell Cake pun memiliki wacana untuk melebarkan sayapnya ke beberapa wilayah di Yogyakarta. Dia mengaku belum berani membuka cabang di luar Yogyakarta karena ingin menjaga kualitas dari roti bakar yang dijualnya.

Selain itu, Santy juga membagikan resep kepada masyarakat yang ingin menjalankan bisnis tetapi masih mengalami pasang surut. Menurut dia, kunci utama meraup keberhasilan adalah menjual produk yang bisa diterima masyarakat dengan harga yang masuk akal, serta memanfaatkan peluang yang ada di depan mata.

Contohnya, kata Santy, berani mengeluarkan varian produk di waktu dan momen yang pas. Seperti yang dialaminya saat berani menjual roti bakar dengan varian asin.

"Kiatnya adalah berinovasi dari yang sudah ada, dan suka dengan produk kita sendiri, kalau awalnya suka ke depannya akan lancar," jelas dia.

"Jadi, tipsnya adalah suka, berani dan mengusai detail-detail produk kita, dan tetap terus berinovasi, satu lagi yang penting jangan cepat putus asa," tambah dia.

Terakhir, kata Santy, bagi yang ingin memesan roti bakar keluaran Bluebell Cake bisa datang langsung ke toko yang berada di Jalan Kayen 147 B- Jalan Kaliurang Km 7, Sleman, Jogjakarta.

Bisa juga memesan melalui direct message (DM) Instagram @Bluebell_cake, serta memesan melalui ojek online. Dapat diketahui, layanan penjualan masih terbatas di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Berikut harga roti bakar yang dijual oleh Bluebell Cake:

-Roti bakar asin dengan isi ayam teriyaki, tuna papper, beef sosis dibanderol Rp 25.000
-Roti bakar asin dengan isi smoked beef moza dibanderol Rp 28.000
-Roti bakar manis isi nuttella, nuttela cheese, dan strawberry dibanderol Rp 20.000

Foto: Dok. Bluebell Cake



Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.