Yakin Tidak Makan Nasi Sama Sekali Itu Sehat? Begini Penjelasan Ahli


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Salah satu cara untuk bisa menurunkan berat badan adalah pengurangan jumlah kalori. Konsep ini yang kemudian membuat banyak orang akhirnya melupakan nasi yang mungkin sudah mereka konsumsi selama 20 tahun lebih. Sebab, mereka menganggap nasi itu adalah sumber makanan penyumbang jumlah kalori yang sangat tinggi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tapi, apakah kemudian benar melupakan nasi seutuhnya? Apakah ini baik secara kesehatan?

Perlu diketahui terlebih dulu bahwa satu per tiga cangkir beras mengandung sekitar 15 gram karbohidrat dan jika beras berwarna coklat, itu juga mengandung sekitar 1 hingga 3 gram serat.

Beras juga padat nutrisi karena mengandung bermacam-macam vitamin B kompleks dan mineral seperti kalium dan fosfor. Karena karakteristik ini, penting bahwa Anda mengganti nasi dengan makanan dengan nilai gizi yang sama.

Nah, mengaca dari data tersebut, bagaimana kemudian unsur gizi yang hilang itu bisa tertutup dari sumber pangan yang lain? Apakah menghilangkan nasi benar-benar baik?

Ahli Gizi IPB Prof. Dr. Ir. Hardinsyah pernah memberikan pengibaratan di mana jika seseorang mengganti nasi dengan buah secara total. Paparannya menjelaskan bahwa hal itu bisa menjadi sumber masalah kesehatan.

Hal ini berkaitan dengan pemenuhan nilai gizi yang mungkin tidak sebanding dengan kandungan nasi. Tidak hanya bicara mengenai karbohidrat, taoi juga mineral dan vitamin yang terkandung dalam nasi yang mungkin tidak bisa dicukupi makanan lain.

"Kalau memang akhirnya mengganti nasi secara penuh dengan sumber makanan lain, risiko masalah kesehatan mungkin akan meningkat," terang Prof. Hardinsyah pada Okezone beberapa waktu lalu.

Selain itu, Praktisi Gizi Kebugaran Jansen Ongko, M.Sc., RD., menjelaskan bahwa hilangnya nilai gizi yang dihasilkan nasi harus menjadi perhatian utama ketika Anda memutuskan untuk menghilangkan nasi dari menu makanan sehari-hari.

"Kurang gizi itu bisa dilihat dari hilangnya salah satu aspek sumber gizi dalam tubuh. Hal yang mesti dipahami di sini adalah 'yang penting makan' itu bukan sesuatu yang patut diamini. Sebab, kecukupan niali gizi setiap hari tubuh mesti menjadi poin utama daripada harus menghilangkan sumber makanan yang mungkin menjadi pelengkap dari sumber gizi itu sendiri," kata Jansen beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Saraf RS Pondok Indah - Bintaro Jaya dr. Sahat Aritonang, Sp.S., Msi.Med., FINS, FINA, menerangkan bahwa setiap hari tubuh itu membutuhkan energi yang mungkin terbentuk dari karbohidrat, protein, lemak, dan mineral.

"Nah, jangan sampai keliru melakukan diet yang menghilangkan karbohidrat secara penuh. Mungkin Anda kurus, tapi jangan salahkan tubuh Anda jika kemudian Anda mudah sekali lemas atau mudah kehilangan konsentrasi. Hal ini berkaitan langsung dengan hilangnya salah satu aspek gizi dalam pembentukan energi tubuh," paparnya pada Okezone Kamis 11 Oktober 2018.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Jadi, mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa menghilangkan seluruhnya nasi dari menu makanan mungkin bukan ide yang baik. Tapi mengurangi asupan nasi bisa menjadi pilihan yang cerdas.

"Jika memang nasi membuat tubuh Anda jadi lebih buruk kondisinya, misal gula darah meningkat atau jumlah kalori tubuh melonjak, maka cara terbaik adalah menguranginya atau menggantinya dengan sumber karbohidrat lainnya. Ingat, nilai gizi tubuh tidak boleh dikurangi karena ini berkaitan dengan sumber energi tubuh," tambah dr. Sahat.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.