Alami Diskriminasi, TKW di Hong Kong Sulit Cari Hiburan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sebanyak 300 ribu tenaga kerja asing yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong mengalami diskriminasi. Mereka sangat kesulitan mengakses fasilitas umum seperti pusat rekreasi atau perpustakaan untuk melepas penat saat hari libur tiba.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sebagian besar pembantu rumah tangga yang berasal dari Indonesia dan Filipina di Hong Kong selalu bekerja selama enam hari dalam seminggu. Namun, saat hari libur tiba mereka justru tidak bisa bersantai. Malah mereka akan ditegur jika ketahuan menggunakan fasilitas umum.

Setiap Minggu, para pembantu rumah tangga biasanya hanya duduk di pinggir jalan menggunakan kardus untuk melepas penat mereka. Tidak jarang mereka menari, mendengarkan musik, dan makan bersama seadanya.

Terenyuh dengan kenyataan kalau para perantau itu kesulitan mencari hiburan, seorang penggemar renang dari Inggris, Simon Holiday terinspirasi menyediakan kelas renang untuk para pembantu rumah tangga.

Hal ini dilakukan setelah dia melihat sekelompok pembantu rumah tangga duduk di pinggir jalan dan terlihat bosan.

"Banyak orang yang merasa yakin untuk memiliki pembantu dan bagaimana kontribusi mereka terhadap masyarakat Hong Kong. Mereka juga ingin diberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi diri mereka sendiri," kata Holiday kepada AFP.

Holiday memberikan pelajaran renang secara gratis kepada para pembantu rumah tangga, termasuk para pengungsi.

Para pembantu sangat senang dengan hadirnya kelas renang ini. Mereka menganggap kegiatan itu mampu memberikan mereka kesempatan untuk mempelajari hal baru, dan juga bersantai setelah sibuk bekerja.

"Kami ingin melakukan hal lain, karena kami selalu melakukan hal yang sama di rumah," kata Jasmine Arcana, seorang tenaga kerja wanita dari Filipina yang sudah bekerja di Hong Kong selama 8 tahun.

Sekitar 1.200 pembantu rumah tangga mendaftarkan diri dalam program kelas renang gratis sejak dibuka tiga tahun lalu. Beberapa bahkan kerap unjuk kebolehan berenang di berbagai pantai di Hong Kong.

Seorang pembantu rumah tangga, Russele Vertudazo bergabung dengan puluhan orang lainnya untuk berenang bersama di sepanjang teluk selatan di Hong Kong setiap Minggu pagi.

Ia menyebut alasan untuk mengikuti kelas gratis ini hanya untuk mendapatkan teman-teman baru.

"Sebagian besar dari kami di Hong Kong tidak memiliki banyak tempat untuk pergi. Dan sekarang aku suka bagaimana aku bisa berenang sejauh yang aku bisa. Aku merasa bebas," kata Vertudazo.

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Marilyn Maliglig, seorang pembantu rumah tangga asal Filipina lainnya punya alasan lain ikut kelas berenang gratis. Dia ingin melawan ketakutannya (fobia) ketika berenang.

"Saya tidak bisa berenang, itu masalahnya. Benar-benar tidak bisa berenang sama sekali," kata wanita berusia 41 tahun itu.

Sumber:cnnindonesia

No comments

Powered by Blogger.