Derita TKW Sutini yang Koma di RS Banjarnegara Terancam Terusir jika tak Lunasi Biaya Pengobatan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Malang nian nasib Sutini (37), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Banjarnegara. Ia terancam harus meninggalkan rumah sakit lantaran tak mampu melunasi biaya pengobatannya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sutini diketahui dalam kondisi koma dan kini sedang dirawat di Rumah Sakit Emmanuel, Klampok, Banjarnegara.

Mimpi Sutini untuk memperbaiki nasibnya dengan bekerja di luar negeri kandas.

Alih-alih membawa segepok uang, ia pulang membawa segudang derita karena sakit yang menimpanya.

Sutini hanyalah seorang janda beranak satu. Ayahnya hanyalah penjual dawet, sementara ibunya mencari rizki dengan berjualan keripik pisang.

Himpitan ekonomi memaksa Sutini mencari peruntungan dengan melamar kerja menjadi buruh migran.

Sutini akhirnya berangkat ke Singapura untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga (PRT) dengan berbekal kontrak/perjanjian kerja selama 2 (dua) tahun.

Tetapi, baru bekerja selama 6 bulan, Sutini harus dipulangkan ke Indonesia, Sabtu 27 Oktober 2018 dalam kondisi sakit.

"Jika kekurangan biaya pengobatannya tidak dilunasi hari ini, dia bisa angkat kaki dari rumah sakit,"kata Ahmed Chomeini dari Front Mahasiswa Nasional Cabang Purwokerto yang mendampingi Sutini

Kepulangan TKW umumnya disambut dengan suasana penuh kegembiraan.

Rindu dengan anggota keluarga yang sempat tertahan bisa terlampiaskan.
Belum lagi kejutan oleh-oleh dari negeri seberang yang pastinya dinantikan.

Tetapi tidak untuk kepulangan Sutini di rumahnya Banjarnegara. Sutini pulang membawa kesedihan. Keluarganya harus teriris batinnya karena melihat kondisi Sutini yang sakit parah.

Akhirnya, pada 28 oktober, keluarga membawa Sutini ke Puskesmas hingga ia harus dirawat hingga 2 hari.

Karena kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, Sutini pun dilarikan ke Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara agar penanganannya lebih baik.

"Hingga hari ini, seminggu lebih, masih dalam keadaan koma. Semalam informasinya sempat buka mata,"katanya

Diagnosa dari dokter yang diketahui keluarga, Sutini mengalami sakit paru-paru. Paru-Paru Sutini dipenuhi lendir ketika operasi.

Belum jelas nasib Sutini karena kondisi kesehatannya yang memburuk, pihak keluarga kini harus dipusingkan dengan biaya pengobatan mencapai Rp 50 juta lebih.

Beberapa waktu lalu, pihak agensi yang memberangkatkan Sutini sempat menemui keluarga Sutini.

Mereka bermusyawarah mengenai tanggung jawab terhadap kesembuhan Sutini.

Pihak agen pun menyetujui untuk menangguhkan membayar biaya rumah sakit sebesar Rp 30 juta rupiah.

"Namun pihak agensi mengatakan bahwa keluarga juga harus membantu biaya pengobatan rumah sakit,"katanya.

Alih alih melunasi seluruh biaya pengobatan Sutini, pihak agensi justru menyodorkan secarik surat pernyataan untuk ditandatangani oleh keluarga Sutini.

Inti surat tersebut menyebutkan bahwa keluarga sewaktu-waktu tidak akan menuntut pihak agensi.

Kenyataannya, total biaya pengobatan mencapai 50 juta rupiah. Sampai hari ini, kata Ahmed, kekurangan biaya pengobatan membuat Sutini belum bisa mendapat obat.

Ahmed tidak mengetahui apakah Sutini terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Pemerintah (JKN) lantara kartu identitasnya ditahan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore


Ia pulang tidak membawa dokumen apapun kecuali paspor.

Karena kedaruratan itu, pihaknya menggalang donasi untuk pelunasan biaya pengobatan Sutini yang nasibnya masih terkatung-katung di rumah sakit.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.