Facial Saat Berjerawat Apakah Diperbolehkan? Berikut Jawabannya



       Pernah memiliki pertanyaan seputar kulit wajah? Well, obrolan bersama dr. Vina Feriza, SpKK dari Erha Clinic Bandung ini akan memberikan jawaban seputar kesehatan kulit wajah. Supaya lebih teredukasi dan aman dalam menjalani facial treatment, coba simak hasil wawancara bersama dr. Vina Feriza, SpKK di bawah ini!




Facial treatment sendiri sebenarnya ada beragam, tergantung juga dari klinik dan dokter yang melakukan tindakannya. Pada dasarnya sih, facial tujuannya untuk membersihkan pori-pori kita dari komedo. Kalau misalnya ada komedo, mau itu yang terbuka atau tertutup, sebaiknya dikeluarkan dengan cara facial. Tapi, harus diperhatikan juga, ya. Terkadang ada treatment facial yang menggunakan cairan untuk peeling. Padahal, sebenarnya untuk facial sendiri tidak perlu menggunakan cairan peeling.



Tipe atau jenis kulit apa saja yang membutuhkan treatment ini?

Facial perlu dilakukan untuk seseorang yang berjerawat. Akan tetapi, jerawatnya pun tidak boleh yang bersifat meradang. Kalau jerawatnya berupa blackheads dan whiteheads, memang sebaiknya melakukan facial. Namun, kalau jerawatnya meradang, jangan dipaksakan. Sebaiknya dilakukan perawatan dan penanganan terlebih dahulu sampai jerawatnya sembuh.

Idealnya, kapan seseorang perlu melakukan facial? Lalu, berapa kali dalam sebulan seseorang yang berjerawat membutuhkan facial?

Untuk kondisi kulit yang normal dan tidak terlalu bermasalah, facial sebaiknya dilakukan setiap 3-4 minggu sekali. Ini sesuai dengan siklus pertumbuhan sel kulit, sehingga hasilnya pun lebih maksimal. Untuk kulit yang berjerawat parah, sebaiknya obati jerawat terlebih dahulu sebelum melakukan facial. Kalau jerawat sudah mulai berkurang, bisa lakukan facial untuk pencegahan sebanyak dua minggu sekali hingga wajah mulai bersih.

Apa saja hal yang harus dan tidak boleh dilakukan sebelum dan sesudah facial?

Kalau untuk sebelum facial, sebaiknya hentikan penggunaan skin care yang berfungsi mengangkat sel kulit mati selama tiga hari karena akan membuat kulit menjadi lebih sensitif. Pagi hari sebelum melakukan facial juga tidak perlu pakai skin care berlapis-lapis. Cukup bersihkan wajah dengan gentle cleanser saja. Setelah tindakan facial, sebaiknya hindari penggunaan makeup selama 1 x 24 jam dan hindari eksfoliasi selama beberapa hari. Jangan lupa juga untuk selalu menggunaan pelembap dan sunscreen dengan kadar SPF yang tinggi.

Di dalam facial sendiri ada yang namanya proses ekstraksi. Nah, apakah hal tersebut aman juga bagi kulit yang berjerawat? Jika ya, sejauh mana kondisi jerawat yang masih tergolong aman untuk diekstraksi?

Ekstrasi itu kan merupakan tindakan untuk mengeluarkan komedo, baik itu yang terbuka ataupun yang tertutup. Nah, tindakan ini memang hanya dilakukan pada jerawat yang tipe komedo. Untuk jerawat yang tipenya inflamasi, sebaiknya tidak dilakukan ekstraksi. Kalau pun hendak diekstraksi sebaiknya dilakukan oleh dokter berkompeten.

Apakah ekstraksi ini justru tidak menyebabkan kondisi jerawat semakin meradang dan menimbulkan bekas yang sulit untuk dihilangkan?

Proses ekstraksi pada jerawat yang inflamasi sebaiknya dilakukan oleh dokter berkompeten karena ada teknik khusus yang perlu dikuasai agar tidak memperburuk kondisi jerawat. Kalau tidak, akan ada risiko jerawat justru semakin meradang, terkena infeksi, dan meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

Selain itu, apakah proses ekstraksi itu sendiri berdampak pada membesarnya pori-pori? Jika ya, bagaimana cara meminimalisir tampilan pori-pori?

Tidak. Kalau pori-pori itu sih memang sudah menjadi pattern kulit kita masing-masing. Memang ada beberapa orang yang pori-porinya lebih tampak, misalnya pada pemilik kulit berminyak. Kalau proses ekstraksi itu sendiri seharusnya hanya membersihkan saluran kelenjar minyak saja, jadi tidak ada hubungannya dengan membesarnya ukuran pori-pori.

Last but not least, bagi yang memiliki kondisi jerawat meradang, jenis perawatan atau pengobatan seperti apa yang tepat dilakukan untuk meredakannya?

Pertama tentu harus diketahui dulu jenis jerawatnya seperti apa, baru bisa dicari jenis penanganan yang paling tepat. Kalau kondisi jerawatnya sudah meradang, cukup parah, dan tidak memberikan respon terhadap produk-produk OTC (over the counter), lebih baik segera kunjungi dermatologis. Beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan, antara lain menggunakan krim racikan, obat antibiotik minum, atau suntik jerawat. Nah, dari semuanya ini, tentu saja akan dilakukan sesuai dengan kondisi jerawat yang dialami. Jadi, penanganannya tidak akan sama pada setiap orang.

Semoga informasi dari dr. Vina Feriza, SpKK ini menjawab pertanyaanmu ya.

Sumber : fimela

No comments

Powered by Blogger.