Jadi 'Saksi' Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Anjing Peliharaan Korban Meneteskan Air Mata



      Keluarga Diperum Nainggolan beserta istri dan kedua anaknya ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Bojong Nangka II RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/11). Dilansir dari Kompas.com, Berdasaran temuan polisi saat olah TKP motif pembunuhan bukan karena ekonomi. Polisi juga masih mengkaji motif sebenarnya dibalik pembunuhan satu keluarga di Bekasi.



"Sementara ini semua motif sedang kami kaji, setelah ini kami akan konsolidasi. Sementara ini kami melihat kecenderungannya bukan ekonomi, tetapi semua motif masih kami buka peluangnya," ujar Indarto.



Barang bukti yang diamankan polisi

Saat melakukan olah TKP, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Ada gunting, bantal berlumur darah, pakaian korban, hingga boneka dengan bercak darah.

Diperum dan istri mengalami luka dari benda tumpul sedangkan anak-anaknya kehabisan oksigen
Penyelidikan di lokasi kejadian menemukan bahwa pasangan suami istri Diperum Nainggolan (38) dan Maya Boru Ambarita (37) mengalami luka benda tumpul. Sementara anak-anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) tidak mengalami luka, namun kehabisan oksigen.
"Ada luka benda tumpul, dengan luka senjata tajam. Berbeda-beda yang suami dan istri pada leher, sedangkan untuk anak luka kehabisan oksigen karena tidak ditemukan luka terbuka," jelas Kapolres Metro Bekasi Kota, Indarto di lokasi.


Pakar forensik: ada korban lain

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai ada korban lain dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2109). Hal ini berdasarkan pengamatannya dan keterangan beberapa warga di sekitar lokasi kejadian.



Anjing sempat menggonggong berulangkali saat kejadian terjadi

Reza menjelaskan dari keterangan salah seorang warga penghuni rumah di lokasi pembunuhan di Bekasi bahwa satu keluarga yang dibunuh memiliki seekor anjing dan selalu dalam kondisi terantai. 

"Warga itu juga mengatakan anjing sempat menyalak nyaring berulang kali pada jam yang diperkirakan sebagai waktu kejadian tragis itu. Apakah anjing itu berpotensi menjadi saksi dalam proses hukum? Belajar dari sekian banyak kasus di mana hewan peliharaan dihadirkan sebagai saksi, begitu pula kemungkinannya andai anjing tadi jika memang ia menyaksikan aksi kejahatan di dini hari itu," papar Reza kepada Warta Kota, Rabu (14/11/2018).


Anjing perlu dilindungi sama seperti korban

Karenanya, sebagai saksi, tambah Reza, si anjing butuh perlindungan. Sama seperti korban.
"Korban? Ya. Studi menyimpulkan hewan peliharaan juga bisa bersedih. Ambil contoh, simpanse bernama Flint. Sedemikian sedihnya, sampai-sampai dia menderita dan akhirnya meninggal dunia. Ilmuwan juga bilang, hewan bisa menderita penyakit mental," kata Reza.


Anjing korban tidak mau makan dan terus berlinang air mata
Karenanya Reza waswas, karena boleh jadi anjing di TKP itu juga mengalami perasaan yang sama akibat berpisah untuk selamanya dengan pemiliknya.
"Apalagi, sekian banyak orang di TKP mengatakan, anjing itu beberapa kali tampak berlinang air mata.Yang saya lihat, anjing itu sama sekali tidak menyentuh benda mirip makanan dan minuman yang diletakkan di hadapannya. Itu yang terlihat selama dua jam tadi malam dan tiga jam tadi siang," kata Reza.




Sumber : Merdeka

No comments

Powered by Blogger.