Jadi TKW di Arab Saudi, 12 Tahun Umamah Tak Ada Kabar

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Umamah (30), warga Kampung Neuhneur RT 01/RW 02, Desa Buyutmekar, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten tak ada kabar berita. Umamah bekerja sebagai pembantu rumah tangga (TKW) di Arab Saudi sejak tahun 2004 silam. Namun 14 tahun setelah keberangkatannya, Umamah belum juga pulang. Bahkan, pihak keluarga pun tidak tahu bagaimana kabarnya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kesedihan nampak pada raut wajah Ruminah (58) ibu kandung Umamah yang harus berpisah belasan tahun dengan putri pertamanya tersebut.

Putri pasangan Usup (Alm) dan Ruminah ini berangkat pada 2004 silam melalui PT Mutiara Bakti Al Amra, jalan Kranggan Swadaya 3, Pondok Gede, Jakarta Timur. Tapi hingga saat ini, Umamah tak kunjung pulang. Bahkan, sudah 12 tahun tak pernah memberikan kabar kepada keluarga.

Kondisi itu, membuat ibu lima anak ini terpukul. Betapa tidak, sejak Umamah berangkat menjadi TKW 14 tahun silam, pihak keluarga hanya dua kali menerima kabar dari Umamah.

“Terakhir kali ngasih kabar itu tahun 2006. Umamah sempat juga ngirim uang dua kali. Tapi setelah itu tidak ada kabar lagi sampai sekarang,” kata Ruminah saat ditemui di kediamannya, Selasa (20/11/2018).

Bahkan, lanjutnya, uang sebanyak Rp15 juta yang pernah dijanjikan anaknya tersebut juga tak kunjung datang. Ironisnya, nomor kontak majikan tempat Umamah bekerja sudah tidak bisa dihubungi.

Sekian tahun tidak ada kabar, membuat Ruminah sedih dan juga bingung. Ke mana harus mencari, tidak ada alamat yang bisa dihubungi.

Di tengah rasa penasaran, pihak keluarga juga sudah menghubungi PT Mutiara Bakti Al Amra yang dulu memberangkatkan putrinya tersebut. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil, lantaran perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi lagi.

“Informasi yang saya dapat dari Pak Abdullah (mantan karyawan PT Mutiara Bakti Al Amra) perusahaan itu sudah tutup dari tahun 2011 lalu,” kata Syafei, salah seorang tetangga yang membantu pemberangkatan Umamah ke Arab Saudi.

Keluarga berharap pemerintah dapat membantu menemukan Umamah. Sehingga ia dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Sementara itu, Kepala Desa Buyutmekar, Tatang Saepurohman mengaku terkejut atas kejadian ini. Pihak desa, lanjut Tatang, akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu mencari informasi tentang keberadaan TKW tersebut.

Ia juga meminta, baik itu sponsor atau warga yang hendak bekerja di luar negeri agar melapor terlebih dahulu ke pemerintah desa sehingga mudah dilacak keberadaannya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Selama ini, tidak pernah ada yang melapor. Sehingga desa tidak memiliki data base, siapa-siapa saja warga yang ada di luar negeri atau yang sudah berada di kampung halaman. Kami berharap, ke depannya ada kesadaran dari warga,” harapnya.

Sumber:bantennews

No comments

Powered by Blogger.