Kabar Gembira! TKW Sutini yang Sempat Koma Sudah Bisa Buka Matanya

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Sutini, Buruh Migran Indonesia (BMI) TKW  yang sempat koma usai pulang dari Singapura kondisinya berangsur membaik.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Perempuan asal Desa Kalitengah Purwanegara itu sudah dapat membuka mata. TKW Sutini yang sempat koma sesekali melirikkan bola mata ke arah orang yang menjenguknya.

TKW Sutini yang sempat koma itu terkadang menggerakkan tangannya, meski terlihat berat.

Meski ada kemajuan pada upaya penyembuhannya, Sutini belum bisa bertutur kata. Sutini praktis tak dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya.

Sutini akhirnya dipindah dari ruang perawatan Paviliun atau kelas VIP ke ruang Pergiwa kelas 3 Rumah Sakit Emanuek sejak Senin malam.

Direktur RS Emanuel Samuel Zacharias mengungkapkan, Sutini dilarikan ke Rumah Sakit Emanuel pada 31 Oktober 2018 lalu dalam kondisi tidak sadar alias koma.

Sebelumnya, perempuan yang baru 6 bulan bekerja di Singapura itu sempat dirawat beberapa hari di Puskesmas.

Karena kondisinya yang serius, ia langsung masuk ruang ICU untuk mendapatkan penanganan.

Keluar dari ICU, kata Samuel, Sutini dipindahrawat ke ruang VIP atas keputusan keluarga. Sampai beberapa hari, perawatan Sutini di ruang tersebut berjalan tanpa masalah.

Namun belakangan, usai biaya yang timbul atas pengobatan Sutini keluar, yakni mencapai Rp 50 juta, pihak keluarga merasa keberatan.

Pihaknya memahami kesulitan keluarga dalam melakukan pembayaran.

Karena itu, pihaknya sempat menawarkan solusi agar Sutini dirawat di ruang kelas 3.

Dengan turun kelas, memungkinkan ada pihak semisal Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersedia membantu membiayai pengobatan Sutini melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Tetapi saat itu usulan belum diterima keluarga,"katanya

Tetapi akhirnya keluarga menerima saran tersebut usai dilakukan pembicaraan ulang bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang berkomitmen mendukung pemulihan Sutini.

Jamkesda disebutnya dapat membantu pembiayaan pasien secara keseluruhan atau sebagian sesuai kebutuhan dan kondisi keluarga pasien.

Sutini akhirnya dipindah ke ruang Pergiwa bersama puluhan pasien lain di ruang tersebut.

Samuel meyakinkan, meski pindah kelas, pelayanan terhadap pasien tidak berubah.

Samuel membenarkan biaya perawatan dan pengobatan yang harus ditanggung keluarga Sutini mencapai Rp 50 juta.

Tetapi pihaknya membantah akan memulangkan Sutini dari rumah sakit jika biaya itu belum terlunasi.

"Jadi keliru kalau gak dilunasi akan dikeluarkan atau diusir,"katanya

Kerabat Sutini, Kartiwen mengatakan, pihak agensi sempat mendampingi proses penyembuhan Sutini di rumah sakit.

Di awal, pihak agensi disebutnya bersedia akan menutup biaya pengobatan Sutini.

Namun dalam perjalannya, pihak agensi hanya bersedia menanggung biaya pengobatan Sutini sebesar Rp 30 juta.

Selebihnya, pihak agensi meminta kerjasama keluarga untuk menutup kekurangan itu.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Keputusan itu tentunya membuat keluarga berat. Sementara kekurangan biaya yang harus dibayar masih cukup besar, sekitar Rp 20 juta.

"Saya berharap ada keajaiban, Sutini bisa sembuh lagi. Dia orangnya sangat baik," katanya.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.