KJRI Jeddah Kirim Tim Penagih Tunggakan Gaji TKI

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tim Pelayanan dan Perlindungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, menagih keterlambatan gaji tenaga kerja Indonesia (TKI) ke sejumlah perusahaan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“Kami telah menugaskan tim untuk mendesak perusahaan membereskan permasalahan ini segera,” terang Konsul Jenderal RI Jeddah Safaat Ghofur, seperti dilansir Antara, Jumat (16/11).

Salah satu perusahaan yang didatangi KJRI adalah Vision Network. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi itu mengaku keterlambatan gaji merupakan dampak belum cairnya dana dari pemerintah.

Total TKI yang bekerja di Vision Network berjumlah sekitar 150 orang. Subkontraktor perusahaan Binladin itu tengah mengerjakan proyek bandara internasional King Abdulaziz yang baru.

Safaat menambahkan, rentang waktu keterlambatan pembayaran gaji cukup beragam. Demikian pula dengan alasan yang menyebabkan mereka tidak dapat membawa pulang haknya.

Misalnya, sebanyak 15 TKI yang sudah bekerja sekitar tiga hingga sembilan bulan tidak dapat mengambil gaji mereka yang ditransfer perusahaan ke bank akibat tidak memiliki izin tinggal (iqamah) resmi.

Hal tersebut sangat disayangkan Safaat. Seharusnya, perusahaan tidak hanya mempekerjakan mereka, tetapi juga memenuhi hak mereka atas dokumen wajib.

Atas kondisi itu, KJRI berkoordinasi dengan instansi terkait di Arab Saudi guna memastikan hak para TKI dipenuhi sesuai perjanjian. Salah satunya, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, penandatanganan perjanjian kerja wajib dilakukan di hadapan pejabat pemerintah.

“Kalau di Arab Saudi adalah KJRI atau KBRI. Jangan sekali-kali menandatangani kontrak kerja tanpa sepengetahuan KJRI,” ungkap Safaat.

Sementara itu, Konsul Tenaga Kerja yang memimpin kunjungan saat itu, Muchamad Yusuf, menjelaskan bahwa alasan kunjungan KJRI ke perusahaan pemberi kerja adalah untuk mengklarifikasi pengaduan permasalahan gaji yang tidak lancar.

Hal ini termasuk juga tidak mengonfirmasi persoalan iqamah bagi sebagian karyawan yang belum diurus perusahaan.

“Kami berinisiatif untuk datang ke sana (perusahaan, red.) untuk mengecek kebenaran pengaduan tersebut,” kata Yusuf.

Tim survei, kata Yusuf, menyempatkan diri melihat kondisi asrama sebagai tempat hunian para TKI dan sejumlah pekerja dari negara lain. Sekitar 90% pekerja mengaku tidak ada masalah dengan kondisi kerja atau sesuai dengan perjanjian kerja. Penampungannya juga terbilang layak dan ada dapurnya juga.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Masalahnya cuma gaji kadang terlambat, bahkan pernah sampai 5 bulan. Ada teman-teman yang belum dibuatkan iqamah, akhirnya ada yang ditangkap polisi dan dimasukkan ke penjara,” terang Azzam, salah seorang TKI yang dipercaya untuk menyuarakan keluhan rekan-rekannya sesama pekerja. 

Sumber:validnews

No comments

Powered by Blogger.