Lagi, 8 TKI Aceh Kabur dari Malaysia, Jalan Kaki Tiga Hari Tiga Malam Lewati Hutan sampai ke Kalbar

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Aparat Polsek Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali mengamankan 8 tenaga kerja indonesia (TKI) asal Aceh, Rabu (14/11/2018).
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ke delapan TKI Aceh ini senasib dengan 11 TKI Aceh yang sebelumnya sudah diamankan aparat kepolisian setempat.

Mereka telantar di Kalbar setelah kabur dari perkebunan Miri-Malaysia.

“Tadi pagi saya mendapat informasi dari Wakapolsek Entikong Iptu Eeng. Pak Eeng mengabari ada delapan lagi TKI yang berasal Aceh Tamiang kabur dari perkebunan Malaysia melalui hutan," kata anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma kepada Serambinews.com.

Haji Uma menambahkan, pagi tadi ke-delapan TKI asal Aceh Tamiang itu sudah sampai di kawasan Etikong, kemudian diamankan oleh pihak mapolsek.

Haji Uma sempat berkomunikasi dengan salah satu dari delapan TKI asal Aceh Tamiang tersebut.

Anggota DPD RI asal Aceh ini mengatakan ia sudah berkomunikasi dengan Ano.

Menurut Ano, kata Haji Uma, mereka direkrut direkrut oleh pria bernama Hengki asal Aceh untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

Mereka terpaksa kabur melalui hutan, karena paspor mereka sudah ditahan agen tersebut.

Mereka berjalan kaki selama tiga hari tiga malam melalui hutan, sehingga mereka sampai di kawasan Entikong.

"Kemudian mereka dibawa ke Polsek Entikong. Mereka tak memiliki uang sepeser pun untuk pulang,” kata Haji Uma.

Seperti diberitakan sebelumnya, 11 warga Aceh yang diduga korban penipuan agen TKI ilegal sudah beberapa hari telantar di perbatasan wilayah Malaysia-Indonesia, kawasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Informasi itu diperoleh Serambinews.com anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma, yang saat ini sedang mengupayakan supaya TKI tersebut bisa segera dipulangkan.

Menurut Haji Uma, kondisi TKI Aceh tersebut sangat memprihatinkan, karena sudah tidak memiliki biaya untuk pulang ke Aceh.

Haji Uma mengaku sangat prihatin, dan meminta staf ahlinya Muhammad Daud berkomunikasi dengan Kantor Daerah DPD RI di Pontianak, untuk menjemput TKI tersebut dari Polsek ke Kantor Daerah DPD RI Pantianak.

“Mereka ini korban penipuan agen penyalur tenaga kerja ilegal,” ujar Haji Uma.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Ia mengungkapkan, 11 TKI dibawa ke kawasan Miri, Malaysia, oleh agen TKI ilegal, sebulan yang lalu untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan.

Mereka dijanjikan gaji 4.000 ringgit Malaysia (RM) per bulan. Namun, ternyata mereka hanya digaji 55 RM per bulan, dan para TKI memutuskan kabur dari lokasi kerja karena merasa tertipu.

Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.