Minum Kopi Disebut Mampu Tekan Risiko Alzheimer dan Parkinson

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Selain memiliki rasa yang nikmat, kopi pun mengandung berjuta manfaat. Salah satu temuan terkini menyimpulkan, meminum kopi secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit alzheimer dan parkinson di kemudian hari. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Riset yang dilakukan peneliti di Brain Institute, Kanada, menemukan, ada dampak menguntungkan bagi kesehatan berkat mengonsumsi kopi. Ada senyawa dalam kopi yang disebut fenilindan muncul selama proses roasting. Nah, fenilindan tidak hanya menimbulkan rasa pahit pada kopi tetapi juga menghambat penggabungan protein beta amiloid dan protein tau. Kedua protein itu banyak ditemukan dalam otak pasien yang menderita alzheimer dan parkinson.

Menurut pendapat Dr Ross Mancini, seorang peneliti kimia medis yang turut serta dalam riset ini, temuan tersebut sangat penting terkait pencegahan penyakit degeneratif ini. "Ini pertama kalinya ada yang menyelidiki bagaimana fenilidan berinteraksi dengan protein yang terkait dengan alzheimer dan parkinson," katanya. 

Menurut dia, langkah lanjutan yang perlu diambil adalah menyelidiki manfaat senyawa ini, serta menganalisis kemampuannya untuk memasuki aliran darah, atau melewati penghalang darah-otak. Dr Donald Weaver, co-director dari Brain Institute, juga menunjukkan pentingnya menggunakan bahan alami dalam penelitian. Ia mengatakan, sumber daya alam adalah ahli kimia yang sangat bermanfaat. Selain itu, sumber daya alam juga mampu menghasilkan senyawa itu. 

“Riset ini telah mengambil bukti epidemiologi dan mencoba untuk memperbaikinya, serta menunjukkan adanya komponen dalam kopi yang bermanfaat untuk menangkal penurunan kognitif," ucap dia.

Dalam riset ini, peneliti menggunakan larutan ekstrak kopi dalam air, di mana kopi yang dipakai 100 persen kopi instan arabika. Hasil menunjukkan kopi yang dengan proses roasting tinggi memberi perlindungan paling besar terhadap penyakit alzheimer dan parkinson. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Namun, periset menyatakan masih memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum kopi digunakan untuk perawatan medis. “Sangat menarik. Tetapi apakah kami menyarankan bahwa kopi adalah obat? Sama sekali tidak,” kata Weaver.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.