NU Tanggung Biaya Diyat Eti, TKI yang Terancam Hukuman Pancung

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Nahdlatul Ulama akan menanggung sepenuhnya biaya penebusan atau diyat yang dibebankan kepada Eti binti Toyib, TKI asal Kabupaten Majalengka yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi. Ketua PBNU KH Said Aqil Sirodj mengatakan, pihaknya prihatin dengan kasus yang dialami warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, tersebut.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“PBNU sangat prihatin. Baru saja Tuti dieksekusi, sekarang dihadapi Eti asal Kabupaten Majalengka,” kata Said, usai melantik Ketua PC NU Kabupaten Majalengka, di Desa Banjaran, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Rabu 21 November 2018.

Ia mempertanyakan penerapan kasus hukum qishash di Arab Saudi tidak disertai dengan proses penyelidikan yang adil. Menurutnya, Majelis Hakim di Arab Saudi tidak pernah melakukan penyelidikan atas latar belakang seseorang melakukan pebunuhan, terutama bagi TKI atau tenaga migran lainnya.

Lain halnya bila orang Arab itu sendiri yang melakukan perbuatannya.

“Kenapa di Arab itu tidak pernah diselidiki, kenapa hingga membunuh. Barang siapa mati demi keluarga, demi hartanya, demi jiwanya mati sahid,” ucapnya.

Said pun mencontohkan, seseorang diperbolehkan membunuh perampok bila dia membela diri saat dirampok.

“Jangan setelah membunuh perampok kemudian di-qishash. Persoalan yang dihadapi Eti harus diselesaikan, dan NU akan menanggung seluruh biaya diyat yang diminta keluarga korban. Nanti PBK yang mengkoordinirnya,” katanya.

Ia menambahkan, membela diri untuk mempertahankan kehormatan, martabat, jiwa, atau harta demi keluarga, maka yang bersangkutan akan mati sahid. Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanul Haq, menyebutkan uang diyat untuk menebus Eti binti Toyib telah terkumpul hampir mencapai jumlah yang diminta keluarga korban, yakni sebesar Rp 20 miliar atau sebesar 5.000 riyal.

Maman mengatakan, partainya yang mengkoordinir pengumpulan dana saat ini.

“PKB yang mengkoordinir pengumpulan dana, sepenuhnya ditanggung NU dan PKB, dan uang tersebut akan segera diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Arab Saudi,” kata Maman.

Sebelumnya Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Ebegebriel, mengatakan terus berupaya melakukan penggalangan dana untuk menebus Eti, guna memenuhi diyat yang dimohon oleh keluarga korban di Arab Saudi.

Diyat yang dimohon keluarga korban mencapai sebesar 5.000 riyal atau sebesar Rp 20 miliar. Uang harus terkumpul hingga batas waktu yang dimohon keluarga korban pada lebaran Idul Fitri 2019 mendatang.

Hingga awal November lalu, uang yang sudah terkumpul mencapai setengahnya atau sekitar Rp 10 miliar. Uang tersebut merupakan hasil pengumpulan dana dari para santri di Jakarta.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Seperti diketahui Eti yang bekerja menjadi TKI di Arab Saudi mengalami vonis hukuman mati pada tahun 2002, atas tuduhan pembunuhan terhadap majikannya dengan cara diracun. Namun keluarga korban yang kini sudah beranjak dewasa akhirnya bersedia mengampuni Eti dengan uang tebusan.

Sumber:pikiran-rakyat

No comments

Powered by Blogger.